Isu lingkungan semakin ramai diperbincangkan masyarakat dunia. Jika dahulu kepedulian terhadap lingkungan sering dianggap sebagai kegiatan yang membutuhkan biaya besar, meningkatnya perhatian terhadap global warming dan pencemaran membuat konsep ecopreneur atau green industry mulai dilihat sebagai peluang bisnis.
Masyarakat semakin memperhatikan dampak lingkungan dari produk yang digunakan sehari-hari. Kondisi tersebut kemudian mendorong munculnya berbagai inovasi yang menggabungkan kebutuhan bisnis dengan upaya mengurangi dampak terhadap lingkungan.
Salah satu inovasi yang pernah dikembangkan di Indonesia adalah kantong plastik tapioka ramah lingkungan. Produk ini memanfaatkan tepung singkong atau tapioka sebagai salah satu bahan dalam pembuatan kantong yang dirancang untuk memiliki kemampuan terurai lebih cepat dibandingkan kantong plastik konvensional.
Kantong Plastik Tapioka Ramah Lingkungan
Gagasan mengenai kantong plastik berbahan tapioka muncul sebagai salah satu respons terhadap persoalan sampah plastik. Kantong plastik yang digunakan sehari-hari dapat menjadi masalah lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik dan berakhir sebagai sampah.
Dalam artikel lama ini, PT. Tirta Marta disebut mengembangkan inovasi kantong plastik ramah lingkungan. Sebelumnya, perusahaan tersebut juga disebut telah mengembangkan Oxium, yaitu aditif yang menurut artikel dapat membantu proses penguraian sampah plastik dalam kurun waktu tertentu.
Setelah itu, PT. Tirta Marta disebut meluncurkan produk bernama Ecoplas, yaitu kantong yang menggunakan tepung tapioka atau tepung singkong sebagai salah satu bahan penyusunnya.
Pengembangan produk seperti ini menarik karena menghubungkan komoditas pertanian, khususnya singkong, dengan kebutuhan industri yang berkaitan dengan isu lingkungan.
Tapioka sendiri merupakan salah satu produk olahan singkong yang memiliki berbagai pemanfaatan. Dalam proses produksi tapioka juga dapat dihasilkan produk samping berupa onggok yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan.