Kandungan Gizi Singkong

Kandungan gizi singkong per 100 gram meliputi: Kalori                        121 kal Air                              62,50 gram Fosfor                       40,00 gram Karbohidrat           34,00 gram Kalsium                   33,00 miligram Vitamin C                  0,00 miligram Protein               Read more…

Mie Instan dari Bahan Singkong , Siapa Takut ?

JAKARTA – Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) kembali menemukan inovasi produk makanan modern siap saji bernama Mo Mie.

Makanan ini juga dimaksudkan dalam rangka diversifikasi pangan. Apa itu Mo Mie? Mo Mie merupakan mi instan yang berbahan baku tepung singkong termodifikasi atau Modified Cassava Flour (MOCAF) dan tepung tempe.

Pemilihan singkong sebagai bahan baku pembuatan Mo Mie ini cukup beralasan. Mengingat singkong adalah salah satu tanaman pangan yang cukup potensial di Indonesia sebagai sumber karbohidrat, yang produksinya belum optimal karena masih dinilai kurang ekonomis. (more…)

Membuat Singkong Berkompetisi dengan Gandum (Modified Cassava Flour )

Prinsip dasar pembuatan tepung MOCAF adalah dengan prinsip memodifikasi sel ubi kayu secara fermentasi. Mikroba yang tumbuh akan menghasilkan enzim pektinolitik dan sellulolitik yang dapat menghancurkan dinding sel ubikayu sedemikian rupa sehingga terjadi liberasi granula pati. Proses liberalisasi ini akan menyebabkan perubahan karakteristik dari tepung yang dihasilkan berupa naiknya viskositas, kemampuan gelasi, daya rehidrasi, dan kemudahan melarut.

Selanjutnya granula pati tersebut akan mengalami hidrolisis yang menghasilkan monosakarida sebagai bahan baku untuk menghasilkan asam-asam organik. Senyawa asam ini akan terimbibisi dalam bahan, dan ketika bahan tersebut diolah akan dapat menghasilkan aroma dan cita rasa khas yang dapat menutupi aroma dan citarasa ubi kayu yang cenderung tidak menyenangkan konsumen. (more…)

Pizza Singkong ??? Siapa Takut !!!

 

pizza singkong

Singkong  merupakan tanaman ‘rakyat’ yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Dahulu makanan ini terkenal dengan makanan kelas menengah bawah, yang hanya dikonsumsi oleh masyarakat desa.
Namun saat ini image itu tidak berlaku. Seiring berkembangnya jaman singkong kini tidak lagi dipandang sebelah mata. Karena telah banyak hadir makanan dengan olahan singkong yang berubah menjadi makanan modern. Selain sebagai bahan baku tapioka.
Dan salah satu makanan modern yang dibuat dari hasil olahan singkong adalah pizza. Apa jadinya jika makanan khas Italia yang terkenal sebagai makanan elite dipadukan dengan singkong?. Pasti akan menciptakan cita rasa baru yang unik.
Nah, jika Anda penasaran ingin mencoba bagaimana mewahnya rasa pizza singkong, perpaduan makanan dua dunia ini, ada baiknya Anda mencobanya dirumah, siapa tahu dapat dikembangkan menjadi peluang usaha baru. (more…)

Segudang Manfaat Singkong

Singkong/ Ubi Kayu / ketela (Tapioca/Cassava) terlanjur mendapat predikat “kampungan” , “rendahan” , “makanan kelas bawah”. Bahkan namanya identik dengan lawan kata “keju”. Benarkah memang demikian keberadaan Singkong/Ubi Kayu/Ketela ini di mata kita ? Ironis memang kalau keberadaannya yang sudah terlalu akrab bagi telinga, mata dan lidah kita ternyata menyimpan segudang manfaat-lanjutan yang belum kebanyakan dari kita mengetahuinya.

Cukuplah daftar derivatif singkong / ubi kayu / ketala ini sebagai sumber informasi yang terlewat tersebut :

1.Sorbitol
2.Modified Tapioca Flour
3.Sorbitol Powder
4.Maltitol
5.Glucose/Maltose Syrup
6.Maltodextrine & Dried Glucose Syrup
7.Dextrose Monohydrate

(more…)

Singkong

Singkong, yang juga dikenal sebagai ketela pohon atau ubi kayu, adalah pohon tahunan tropika dan subtropika dari keluarga Euphorbiaceae. Umbinya dikenal luas sebagai makanan pokok penghasil karbohidrat dan daunnya sebagai sayuran. (sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Ubi_kayu)

Deskripsi

ketelaMemiliki nama latin manihot utilissima. Merupakan umbi atau akar pohon yang panjang dengan fisik rata-rata bergaris tengah 2-3 cm dan panjang 50-80 cm, tergantung dari jenis singkong yang ditanam. Daging umbinya berwarna putih atau kekuning-kuningan. Umbi singkong tidak tahan simpan meskipun ditempatkan di lemari pendingin. Gejala kerusakan ditandai dengan keluarnya warna biru gelap akibat terbentuknya asam sianida yang bersifat racun bagi manusia.

Umbi singkong merupakan sumber energi yang kaya karbohidrat namun sangat miskin protein. Sumber protein yang bagus justru terdapat pada daun singkong karena mengandung asam amino metionin.

Sejarah dan pengaruh ekonomi

Jenis singkong Manihot esculenta pertama kali dikenal di Amerika Selatan kemudian dikembangkan pada masa pra-sejarah di Brasil dan Paraguay. Bentuk-bentuk modern dari spesies yang telah dibudidayakan dapat ditemukan bertumbuh liar di Brasil selatan. Meskipun spesies Manihot yang liar ada banyak, semua varitas M. esculenta dapat dibudidayakan.

Produksi singkong dunia diperkirakan mencapai 184 juta ton pada tahun 2002. Sebagian besar produksi dihasilkan di Afrika 99,1 juta ton dan 33,2 juta ton di Amerika Latin dan Kepulauan Karibia.

Singkong ditanam secara komersial di wilayah Indonesia (waktu itu Hindia Belanda) pada sekitar tahun 1810[1], setelah sebelumnya diperkenalkan orang Portugis pada abad ke-16 ke Nusantara dari Brasil. (more…)

TEPUNG TAPIOKA di Pati

TEPUNG TAPIOKA

Tepung Tapioka di Pati  merupakan hasil dari  umbi singkong yang banyak tumbuh di Indonesia. Tepung tapioka salah satu produk olahan dari umbi singkong yang menjadi upaya meningkatkan nilai umbi singkong itu sendiri . Selain dari sumber umbi , Produksi serealia terutama beras sebagai bahan pangan pokok dan umbi-umbian cukup tinggi.

Tepung tapioka jemur

Tapioka All Products

Begitu pula dengan bertambahnya penduduk, kebutuhan akan serealia dan umbi-umbian sebagai sumber energi pun terus meningkat. Tanaman dengan kadar karbohidrat tinggi seperti halnya serealia dan umbi-umbian pada umumnya tahan terhadap suhu tinggi. Serealia dan umbi-umbian sering dihidangkan dalam bentuk segar, rebusan atau kukusan, hal ini tergantung dari selera.

Usaha penganekaragaman pangan sangat penting artinya sebagai usaha untuk mengatasi masalah ketergantungan pada satu bahan pangan pokok saja. Misalnya dengan mengolah serealia dan umbi-umbian menjadi berbagai bentuk awetan yang mempunyai rasa khas dan tahan lama disimpan.

Bentuk olahan tersebut berupa tepung, gaplek, tapai, keripik dan lainya. Hal ini sesuai dengan program pemerintah khususnya dalam mengatasi masalah kebutuhan bahan pangan, terutama non-beras. Ubi kayu atau singkong (manihot ) merupakan salah satu bahan makanan sumber karbohidrat (sumber energi). Dan salah satu olahan umbi singkong yang paling menjanjikan adalah produksi tepung tapioka di pati salah satunya yang telah dikembangkan .

Tabel 1. Komposisi Ubi Kayu (per 100 gram bahan)
KOMPONEN KADAR
Kalori 146,00 kal
Air 62,50 gram
Phosphor 40,00 mg
Karbohidrat 34,00 gram
Kalsium 33,00 mg
Vitamin C 30,00 mg
Protein 1,20 gram
Besi 0,70 mg
Lemak 0,30 gram
Vitamin B1 0,06 mg
Berat dapat dimakan 75,00

Ubi kayu dalam keadaan segar tidak tahan lama. Untuk pemasaran yang memerlukan waktu lama, ubi kayu harus diolah dulu menjadi bentuk lain yang lebih awet, seperti gaplek, tapioka (tepung singkong), tapai, peuyeum, keripik singkong dan lain-lain. (more…)