Sudah sejak lama makanan dan minuman yang dihasilkan melalui fermentasi dengan bakteri asam laktat menjadi bagian dari menu makanan sehari-hari di Asia, Afrika, Eropa, Amerika, dan Australia. Bahkan, di beberapa daerah di Indonesia, makanan hasil fermentasi laktat tanpa disadari telah lama menjadi bagian dari menu keseharian masyarakat.
Beberapa contoh makanan tersebut mungkin bukan hanya sudah dikenal, tetapi bahkan sudah umum disantap. Sebut saja asinan dari Bogor, ikan bekasam dan tempoyak dari Sumatra dan Kalimantan, kimchi, acar, salami, bologna (daging), pindang Makassar, budu, serta belacan atau terasi.
Selama pembuatan kecap, tauco, serta terasi, bakteri asam laktat juga banyak dilibatkan. Ditambah lagi, produk yang sekarang mulai populer seperti mocaf atau tapioka modifikasi sebagai pengganti terigu juga dibuat dengan bantuan BAL.
Selain makanan tersebut, ada pula produk fermentasi yang terbuat dari susu, seperti yoghurt, keju, butter, kefir, dan susu asam. Sedangkan yang terbuat dari biji serealia seperti beras dan jagung antara lain idli dari India, pui dari Hawaii, pulque dari Meksiko, dan chicha dari Brasil.
Dapat disimpulkan bahwa hampir di setiap tempat dan negara selalu terdapat jenis makanan dan minuman yang merupakan hasil fermentasi bakteri asam laktat.
Bakteri Asam Laktat (BAL)
Bakteri asam laktat atau BAL merupakan kelompok mikroorganisme yang berperan dalam banyak proses fermentasi pangan. BAL memiliki habitat dan lingkungan hidup yang sangat luas, baik di perairan, seperti air tawar maupun laut, tanah, lumpur, maupun batuan.
Bakteri ini juga dapat menempel pada jasad hidup lain seperti tanaman, hewan, serta manusia.
Pada tubuh manusia, sejumlah bakteri laktat ditemukan di usus, aliran darah, paru-paru, serta mulut. Bahkan, pada vagina yang merupakan organ reproduksi wanita juga ditemukan banyak bakteri asam laktat.
Beberapa spesies bakteri asam laktat yang disebutkan dalam materi antara lain Bifidobacterium breve, Bifidobacterium infantis, Bifidobacterium longum, Enterococcus faecalis, Lactobacillus brevis, Lactobacillus acidophilus, Lactobacillus bulgaricus, Lactobacillus casei, Lactobacillus fermentum, Lactobacillus helveticus, Lactobacillus plantarum, dan Streptococcus thermophilus.
Peran BAL dalam Fermentasi dan Pengawetan Makanan
Kemampuan BAL dalam menghambat pertumbuhan mikroba lain merupakan salah satu alasan digunakannya bakteri ini sebagai agen pengawet makanan. Dampak fermentasi BAL pada bahan pangan dapat menyebabkan nilai pH pangan turun hingga di bawah 5,0 sehingga dapat menghambat pertumbuhan bakteri yang tidak dikehendaki.
Bakteri perusak dan pembusuk bahan makanan dan minuman tertentu tidak mampu bertahan pada kondisi asam. Karena itu, terbentuknya kondisi asam selama fermentasi dapat membantu menghambat pertumbuhan mikroorganisme tersebut.
Bakteri jenis Lactobacillus umumnya menghasilkan laktobasilin, yaitu senyawa yang dalam materi sumber disebut memiliki kemampuan menghambat, menonaktifkan, bahkan mematikan reaksi kimia yang dihasilkan oleh bakteri yang tidak dikehendaki.
Selama proses fermentasi terhadap sayuran, daging, dan ikan, BAL tidak hanya menghasilkan asam laktat sebagai produk utama metabolisme, tetapi juga memproduksi bakteriosin dan laktobasilin yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba yang tidak dikehendaki dalam makanan.
BAL juga menghasilkan senyawa tertentu yang dapat meningkatkan nilai organoleptik makanan dan minuman, termasuk rasa dan bau yang mengundang selera serta memperbaiki penampilan.
Bakteri Asam Laktat dan Kesehatan Saluran Pencernaan
Dalam usus terdapat berbagai jenis mikroba seperti bakteri dan jamur yang hidup berdampingan. Materi sumber menyebutkan bahwa banyak riset telah menunjukkan BAL dapat bertahan hidup dalam saluran pencernaan setelah dikonsumsi.
Bakteri ini disebut mampu bertahan terhadap lisozim, enzim dalam air liur yang berperan dalam pemecahan dinding sel bakteri, asam, dan asam empedu sehingga dapat mencapai usus dalam keadaan hidup.
BAL juga disebut mampu melekat pada sel epitel dan menjaga keharmonisan komposisi bakteri saluran pencernaan. Selanjutnya, dalam materi sumber, BAL dikaitkan dengan kemampuan membantu mengatasi intoleransi terhadap laktosa, mencegah diare dan sembelit, serta mendukung berbagai aspek kesehatan lainnya.
Materi juga menyebutkan manfaat lain yang dikaitkan dengan BAL, seperti membantu mencegah kanker dan hipertensi, menurunkan kolesterol, menormalkan komposisi bakteri saluran pencernaan setelah pengobatan antibiotik, serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Peran Candida dalam Keseimbangan Mikroorganisme Usus
Jamur Candida albicans merupakan salah satu mikroba yang dapat hidup dalam saluran cerna. Dalam kondisi normal, keberadaannya disebut tidak mengganggu kesehatan. Namun, apabila keseimbangan dengan mikroorganisme lain terganggu, salah satu mikroorganisme dapat tumbuh secara berlebihan dan berpotensi menyebabkan gangguan.
Pemberian antibiotik seperti amoxicillin, ampicillin, tetracycline, dan Keflex yang terlalu sering dalam materi sumber disebut dapat menyebabkan bakteri yang dianggap “baik”, seperti Lactobacillus, ikut terbunuh.
Menurut materi sumber, antibiotik tersebut tidak membunuh jamur Candida. Akibatnya, jamur dapat tumbuh lebih banyak dan disebut dapat mengeluarkan racun yang melemahkan sistem imun tubuh sehingga lebih mudah terjadi infeksi.
Jamur yang tumbuh berlebihan juga disebut dapat menempel pada dinding usus dan menyebabkan peningkatan permeabilitas usus atau leaky gut. Materi sumber juga menyebutkan bahwa jamur dapat menghalangi keluarnya enzim sehingga pencernaan terganggu.
Kejadian tersebut, menurut William Show, Ph.D. (1995), yang dalam sumber disebut sebagai seorang ahli autis dari Children’s Mercy Hospital dan Missouri University, dapat memicu autisme pada anak.
Probiotik BAL dan Infeksi Jamur
Dalam materi sumber, terapi terhadap infeksi jamur antara lain disebut melibatkan pemberian obat antijamur seperti nystatin. Pemberian probiotik BAL seperti Lactobacillus acidophilus disebut dapat membantu mengimbangi dan mencegah infeksi jamur.
Probiotik tersebut merupakan bakteri yang dalam materi disebut sebagai bakteri “baik” dan secara alami terdapat dalam yoghurt. Lactobacillus acidophilus juga disebut dapat membantu melawan jamur Candida.
Bakteri Asam Laktat dan Autisme
Materi sumber menghubungkan keseimbangan mikroorganisme dalam saluran pencernaan dengan pembahasan mengenai autisme. Dalam sumber tersebut, pertumbuhan jamur yang berlebihan dan perubahan keseimbangan mikroflora usus dikaitkan dengan gangguan kesehatan tertentu.
Materi kemudian menyebutkan penggunaan probiotik BAL sebagai salah satu pendekatan yang dikaitkan dengan upaya menjaga keseimbangan mikroflora dalam saluran pencernaan.
Namun, hubungan antara BAL, mikroflora usus, dan autisme dalam artikel ini merupakan pembahasan berdasarkan materi sumber yang diberikan, bukan penjelasan mengenai bukti klinis terbaru mengenai terapi autisme.
Diet yang Dibahas dalam Materi
Beberapa studi yang disebutkan dalam materi menunjukkan bahwa anak yang mengalami autisme juga dapat mengalami alergi terhadap makanan tertentu. Sumber kemudian menyarankan untuk menghindari makanan yang mengandung gula, casein atau protein susu, dan gluten atau protein tepung.
Menurut materi sumber, gula dan karbohidrat sederhana lainnya dapat merangsang pertumbuhan jamur yang berlebihan. Casein dan gluten disebut sebagai jenis protein yang sulit dicerna sehingga dapat menimbulkan gangguan fungsi otak apabila mengonsumsi kedua jenis protein tersebut.
Intoleransi Laktosa
Penderita autis dalam materi sumber disebut biasanya mengalami lactose intolerance atau ketidakmampuan pencernaan untuk mencerna laktosa.
Pemberian probiotik BAL disebut dapat membantu mencerna laktosa sekaligus membantu menjaga keseimbangan mikroflora dalam usus.
Peran Keseimbangan Mikroflora dalam Tubuh
Tubuh manusia dihuni oleh berbagai jenis mikroorganisme. Materi sumber menggambarkan adanya rasio antara bakteri yang menguntungkan dan mikroorganisme lainnya dalam tubuh.
Namun, gaya hidup modern saat ini disebut telah mengubah keseimbangan flora dalam tubuh. Bila tubuh gagal mempertahankan jumlah bakteri yang dianggap menguntungkan dalam jumlah yang memadai, materi sumber menyatakan bahwa berbagai penyakit dapat lebih mudah muncul.
Contoh Makanan Hasil Fermentasi Bakteri Asam Laktat
- Asinan Bogor.
- Ikan bekasam.
- Tempoyak.
- Kimchi.
- Acar.
- Salami.
- Bologna.
- Pindang Makassar.
- Budu.
- Belacan atau terasi.
- Kecap.
- Tauco.
- Mocaf atau tapioka modifikasi.
- Yoghurt.
- Keju.
- Butter.
- Kefir.
- Susu asam.
- Idli.
- Pui.
- Pulque.
- Chicha.
Jenis Bakteri Asam Laktat yang Disebutkan
- Bifidobacterium breve.
- Bifidobacterium infantis.
- Bifidobacterium longum.
- Enterococcus faecalis.
- Lactobacillus brevis.
- Lactobacillus acidophilus.
- Lactobacillus bulgaricus.
- Lactobacillus casei.
- Lactobacillus fermentum.
- Lactobacillus helveticus.
- Lactobacillus plantarum.
- Streptococcus thermophilus.
Manfaat BAL yang Disebutkan dalam Materi
- Membantu menjaga keseimbangan mikroflora saluran pencernaan.
- Membantu mengatasi intoleransi terhadap laktosa.
- Membantu mencegah diare.
- Membantu mencegah sembelit.
- Membantu menurunkan kolesterol.
- Membantu menormalkan komposisi bakteri saluran pencernaan setelah pengobatan antibiotik.
- Mendukung sistem kekebalan tubuh.
- Menghambat pertumbuhan mikroba yang tidak dikehendaki dalam makanan.
Key Takeaways
- Bakteri asam laktat telah lama digunakan dalam berbagai proses fermentasi makanan dan minuman.
- BAL ditemukan dalam berbagai produk fermentasi seperti yoghurt, kimchi, acar, tempoyak, bekasam, dan produk lainnya.
- Mocaf atau tapioka modifikasi juga disebut dibuat dengan bantuan bakteri asam laktat.
- BAL memiliki habitat yang luas dan dapat ditemukan pada lingkungan maupun berbagai organisme hidup.
- Fermentasi BAL dapat menurunkan pH bahan pangan sehingga membantu menghambat pertumbuhan mikroba tertentu.
- BAL menghasilkan asam laktat dan senyawa lain seperti bakteriosin serta laktobasilin.
- Beberapa jenis BAL dapat bertahan hidup dalam saluran pencernaan setelah dikonsumsi.
- Materi sumber mengaitkan BAL dengan pemeliharaan keseimbangan mikroflora saluran pencernaan.
- Artikel membahas hubungan antara keseimbangan mikroflora, Candida, probiotik BAL, dan autisme.
- Materi sumber menyebutkan Lactobacillus acidophilus sebagai salah satu probiotik BAL.
- Artikel juga membahas intoleransi laktosa dan peran probiotik BAL dalam pencernaan laktosa.
- Materi sumber menyebutkan sejumlah makanan yang mengandung atau dihasilkan melalui proses fermentasi bakteri asam laktat.
Kesimpulan
Bakteri asam laktat (BAL) merupakan kelompok mikroorganisme yang memiliki peran penting dalam berbagai proses fermentasi pangan. Keberadaannya dapat ditemukan pada banyak jenis makanan dan minuman fermentasi yang telah dikonsumsi masyarakat di berbagai negara sejak lama.
Dalam proses fermentasi, BAL menghasilkan asam laktat serta senyawa lain yang dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme tertentu. Aktivitas tersebut juga dapat memengaruhi rasa, aroma, dan karakteristik makanan hasil fermentasi.
Artikel ini juga membahas keberadaan BAL dalam saluran pencernaan dan hubungannya dengan keseimbangan mikroflora. Materi sumber kemudian mengaitkan ketidakseimbangan mikroorganisme, pertumbuhan Candida, probiotik BAL, dan autisme.
Karena pembahasan mengenai autisme dalam artikel berasal dari materi lama yang diberikan, klaim mengenai BAL sebagai “terapi autis” sebaiknya dipahami sebagai konteks pembahasan dalam sumber tersebut, bukan sebagai bukti bahwa BAL telah terbukti menjadi terapi autisme.
Secara keseluruhan, materi ini menunjukkan luasnya pemanfaatan bakteri asam laktat, baik dalam fermentasi pangan maupun dalam pembahasan mengenai mikroflora saluran pencernaan.
FAQ
Apa itu bakteri asam laktat?
Bakteri asam laktat atau BAL merupakan kelompok mikroorganisme yang berperan dalam berbagai proses fermentasi pangan dan dapat ditemukan pada beragam lingkungan.
Apa contoh makanan hasil fermentasi bakteri asam laktat?
Contohnya antara lain yoghurt, kimchi, acar, asinan, tempoyak, ikan bekasam, salami, kefir, keju, serta berbagai produk fermentasi lainnya yang disebutkan dalam materi.
Apa fungsi BAL dalam fermentasi makanan?
BAL menghasilkan asam laktat dan senyawa lainnya selama fermentasi. Penurunan pH yang terjadi dapat membantu menghambat pertumbuhan mikroorganisme tertentu yang tidak dikehendaki.
Apa contoh bakteri asam laktat yang disebutkan dalam artikel?
Beberapa di antaranya adalah Lactobacillus acidophilus, Lactobacillus plantarum, Lactobacillus casei, Lactobacillus fermentum, Bifidobacterium breve, Bifidobacterium infantis, dan Streptococcus thermophilus.
Apakah BAL dapat hidup di saluran pencernaan?
Materi sumber menyebutkan bahwa banyak riset menunjukkan BAL dapat bertahan hidup dalam saluran pencernaan setelah dikonsumsi.
Apa hubungan BAL dengan Candida?
Materi sumber membahas BAL sebagai probiotik yang dapat membantu menjaga keseimbangan mikroflora dan mengaitkannya dengan pengendalian pertumbuhan jamur Candida.
Apakah bakteri asam laktat merupakan terapi autisme?
Artikel sumber membahas BAL dalam konteks “terapi autis”, tetapi teks yang diberikan tidak menyediakan bukti klinis yang cukup untuk menyimpulkan bahwa BAL merupakan terapi autisme yang terbukti. Pembahasan tersebut sebaiknya dipahami sebagai isi dan sudut pandang dari sumber lama.
Apa yang dimaksud dengan intoleransi laktosa?
Intoleransi laktosa merupakan kondisi ketika sistem pencernaan mengalami kesulitan dalam mencerna laktosa. Materi sumber mengaitkan probiotik BAL dengan kemampuan membantu proses pencernaan laktosa.
Mengapa BAL digunakan dalam pengawetan makanan?
BAL dapat menghasilkan asam laktat sehingga pH makanan menjadi lebih rendah. Kondisi asam tersebut dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme tertentu yang tidak dikehendaki.