'

Ironi Negeri Singkong Mengimpor Tapioka

Oct 7, 2011   //   by   //   Artikel Indonesia, Cassava, Singkong, Tapioka  //  4 Comments

indonesia“Aneh! Produsen Singkong Tapi RI Rajin Impor Tepung Tapioka” adalah judul artikel di Detik Finance (Senin, 08/08/2011 07:48 WIB). Mungkin suatu saat juga akan mengimpor onggok atau ampas tapioka !

Indonesia tercatat menjadi salah satu negara produsen ubi kayu atau singkong di dunia. Namun Indonesia juga tercatat menjadi salah satu yang masih rajin mengimpor tepung tapioka yang merupakan produk olahan ubi kayu.

Menurut Benny Kusbini, praktisi pertanian yang kini Ketua Dewan Kedelai, memang agak aneh jika Indonesia mengimpor tepung tapioka apalagi gaplek singkong yang relatif banyak di Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), meski relatif kecil, Indonesia masih mengimpor ubi kayu dengan total 4,73 ton dengan nilai US$ 21,9 ribu dari Januari hingga Juni 2011. Negara Italia merupakan negara sumber impor ubi kayu dengan nilai terbesar yaitu US$ 20,64 ribu dengan berat 1,78 ton. Sedangkan Cina merupakan negara penyuplai ubi kayu terbesar di dunia hanya berkontribusi yaitu 2,96 ton dengan nilai US$ 1.273

Ia mengatakan selain dari China atau bahkan dari Italia, Indonesia juga pernah mengimpor tepung tapioka dari Thailand dan Vietnam. Benny pun tidak tahu persis mengapa angka impor tepung tapioka atau ubi kayu setiap tahun selalu saja terjadi (Detik Finance).
Kalau kita coba hubungkan dengan kisah “Ironi Gandum Gratis” sebelumnya, maka tidak terlalu salah untuk menjadi refleksi bagi kita semua bahwa mental “Indonesia Kita” ini masih lebih senang “Diberi Gratis” oleh Negara lain walau akhirnya lebih mengembangkan produk pertanian Negara lain dari pada mengembangkan teknologi pertanian produk nasional sendiri agar bisa “Memberi Gratis” kepada mereka yang membutuhkan di Negara lain.

Maka, boleh jadi karena mental senang “Diberi Gratis” – walaupun sepertinya “Pemberian Menjebak” -  itulah maka dalam hal pengolahan produk unggulan singkong yakni “Tepung Tapioka”, Indonesia Kita belum juga bisa membuat produk “Tepung Tapioka” yang suitable  untuk bahan baku industri nasional kita apalagi ‘mimpi’ menjadi sokoguru bahan baku industri dunia. Alhasil, kita pun harus menjadi pengimpor tapioka.

Padahal, kalaulah semangat Soekarno “Lebih baik rakyat makan singkong” daripada tergantung kepada Amerika” itu digugu dan ditiru, maka sangat boleh jadi keadaannya bisa berbalik.

Padahal, ternyata kemudian dunia pun takjub kala mengetahui bahwa “Singkong” dengan “Tepung Tapioka”-nya adalah tepung emas.  Tepung tapioca memiliki “keluwesan” karakteristik yang dengan perlakukan termal, fisik, atau chemical (organic atau an-organic) tertentu bisa menghasilkan produk yang cocok untuk banyak kegiatan industri kebutuhan rumah tangga mulai dari pangan olahan, minuman, sandang, papan bahkan farmasi untuk membuat obat-obatan. Dan “keluwesannya” itu belum bisa tergantikan dengan tepung lainnya baik secara content maupun secara harga.

Industri Pangan dan Minuman : tepung tapioka digunakan sebagai penguat, menambah viskositas (kekentalan) dan konsentrasi produk baik dalam bentuk tepung tapioka yang asli atau yang dimodifikasi terlebih dahulu, seperti :

 

  • Roti dan mie dibuat menggunakan campuran tapioka untuk mengurangi biaya produksi.  Selama ini, tepung tapioka sangat memberikan efisiensi biaya yang lebih baik dibandingkan dengan jenis tepung lainnya.
  • Bumbu dan makanan kalengan dibuat menggunakan tepung tapioka cross-linked sebagai pengental walaupun dipergunakan dengan jumlah yang sedikit.
  • Manisan atau gula-gula yang keras (hard candies) dibuat menggunakan tepung tapioka hydroxyethylated sebagai bahan pengerasnya.
  • Ice cream memerlukan tepung tapioka untuk menjaga kekuatannya saat trasportasi pengiriman dan mencegahnya dari menjadi cair.
  • Tepung tapioca dipergunakan juga sebagai unsur pengikat pada pembuatan pakan ternak. Dalam aplikasinya, tepung tapioka pregelatinized alpha dipergunakan sebagai campuran produksi pakan belut.

Industri Pemanis tepung tapioka hampir 80% sebagai bahan baku produk pemanis seperti sirup glukosa dan fruktosa yang dipergunakan kemudian dalam industri minuman ringan, buah kalengan, selai dan lainnya.

Industri Tekstil tepung tapioca dipergunakan dalam satu sampai tiga tahap proses produksinya.

  • Tepung tapioca oxidized dan hydroxyethyl dipergunakan untuk proses pencelupan bahan agar mengurangi gesekan. Ia akan meningkatkan fleksibiltas bahan.
  • Tepung tapioca pregelatinized ether dipergunakan pada proses printing atau pewarnaan pada kain untuk mencapai konsistensi warna yang yang lebih baik serta menghindarkan dari kotoran selama proses pewarnaan.
  • Tepung tapioka dipergunakan untuk membuat warna kain tahan lama yang dilakukan pada tahap akhir proses.

Industri Kertas tepung tapioca ditambahkan pada proses penyiapan pulp sebelum diproses menjadi lembaran kertas. Hal ini meningkatkan konsentrasi/kerapatan serta elastisitas kertas. Partikel tepung tapioca mengisi pori-pori kertas sehingga memperhalus permukaan kertas dan mencegah tinta menyebar alias ‘blobor’ pada saat kertas ditulis. Tepung tapioca yang telah melalui proses oxidized, acid modified, dan cationic dipergunakan dalam proses pembuatan kertas bersama dengan tepung tapioca yang dimodifikasi dengan hydroxyethyl dan phosphate esters untuk tujuan menambah kekuatan dan ketebalan kertas tipe tertentu seperti untuk bahan kalender dan cardboard (kardus dan karton).

Industri Lem tepung tapioca adalah bahan baku terpenting baik dalam produksi lem kering ataupun lem basah. Jika kontak dengan air panas atau cairan kimia, ia menjadi lengket. Tepung tapioca untuk pembuatan lem harus terlebih dimurnikan dengan asam lemah.

  • Dextrin adalah lem yang dibuat dari tapioka dengan penambahan bahan pereaksi cepat. Proses ini menghasilkan tiga tipe lem : lem putih, lem kuning, dan lem inggris.
  • Oxidized starch adalah lem yang dibuat dengan penambahan sodium hydrochloride yang diencerkan ke dalam tepung tapioca. Banyak industri yang menggunakan lem dari tepung tapioca seperti tekstil, kertas, tinta, amplop,  cat dan kayu lapis.

Industri Kayu Lapis menggunakan tepung tapioca yang dikombinasi dengan lem yang juga dibuat dari bahan tapioka. Hal ini adalah proses terpenting pada produksi kayu lapis. Setelah lembaran kayu dikeringkan, maka ia masuk ke dalam mesin yang memoleskan lem ke seluruh permukaannya.

Industri MSG dan Lysine menggunakan tepung tapioca sebagai sumber karbohidrat. Satu kilogram MSG memerlukan sekitar 2.4 kilogram tepung tapioka.

Industri Farmasi atau Obat-Obatan menggunakan tapioka sebagai pengisi kapsul atau tablet.

Industri Bahan Biodegradable menggunakan tapioca yang digabungkan dengan bahan plastik biodegradable untuk selanjutnya dipergunakan untuk membuat beberapa produk seperti tas, kontainer, dll.

Mengingat demikian luas aplikasi penggunaan tepung tapioca, maka sebenarnya “singkong” adalah tanaman sangat penting dalam pertanian maupun dalam industri secara umum.  Dalam bentuk apapun ia bisa dipergunakan, maka keuntungannya hampir tidak tergantikan.

Maka tidak keliru judul artikel detik finance tersebut di atas.  Bahkan sebenarnya aneh juga ketika bangsa “singkong” ini dulu meremehkan agribisnis “singkong” dan menukarnya dengan “industri gandum” yang walaupun harus diimpor dari Amerika.  Maka begitulah nasib “Indonesia Kita” belum bisa mandiri dan begitu pulalah nasib “Amerika” yang kita bergantung kepada agribisnis “gandum” untuk “tepung terigu” darinya.

sumber : http://indonesiamandiri.org




Related posts

coded by nessus

4 Comments

  • I always like to have a read about such things, my blog is related if you want to have a look round it please feel free. I have added yours to my bookmarks.

  • Thank you for sharing. Not to many people in your position are so gracious. Your article was very poignant and understandable. It helped me to understand very clearly. Thank you for your help.

  • hi I was luck to look for your theme in yahoo, your Topics is impressive, I learn a lot in your Topics really thanks very much, btw the theme of you blog is really wonderful, where can find it

  • hello there and thank you for your info – I have certainly picked up anything new from right here. I did however expertise several technical issues using this website, since I experienced to reload the website lots of times previous to I could get it to load correctly. I had been wondering if your web hosting is OK? Not that I’m complaining, but slow loading instances times will very frequently affect your placement in google and could damage your quality score if advertising and marketing with Adwords. Anyway I’m adding this RSS to my email and could look out for much more of your respective interesting content. Ensure that you update this again soon..

Leave a comment

ej8vrUyxH6G8xZr4fume7AWjyFGXyNK9x6POCYAQ7qk