Lethal cyanide present in cassava

cyanide in cassava products

Cassava products are gaining a stronger presence in the Australian health food market. However, research cited in the source found that some imported cassava-based foods contained comparatively high levels of cyanide, raising concerns about food safety and the need for proper processing and regulation.

Cassava is a staple food for around 800 million people worldwide. The root can contain cyanogenic compounds, and inadequately processed cassava can release cyanide. Exposure to high levels of cyanide can cause symptoms including nausea, vomiting, diarrhoea, dizziness, weakness, and, in severe cases, death.

Researchers from Monash University and the Australian National University examined the cyanide content of several cassava-based products available in Melbourne and Canberra. Their findings highlighted differences between highly processed products, Australian-made products, and some imported foods.

Baca Selengkapnya

Ironi Negeri Singkong Mengimpor Tapioka

tepung tapioka dan potensi industri singkong

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki potensi besar dalam produksi singkong. Namun, di tengah ketersediaan bahan baku tersebut, Indonesia pada periode yang dibahas dalam artikel sumber masih tercatat melakukan impor tepung tapioka. Kondisi ini menjadi sebuah ironi karena singkong merupakan salah satu tanaman pangan yang banyak dibudidayakan di dalam negeri.

Persoalan tersebut bukan hanya berkaitan dengan jumlah produksi singkong, tetapi juga dengan kemampuan menghasilkan tepung tapioka yang memenuhi kebutuhan industri. Tepung tapioka memiliki karakteristik yang cukup luas sehingga dapat digunakan dalam berbagai sektor, mulai dari pangan dan minuman hingga tekstil, kertas, lem, farmasi, serta bahan biodegradable.

Dengan pemanfaatan yang begitu luas, pengembangan industri tapioka dalam negeri memiliki peluang untuk meningkatkan nilai tambah singkong sekaligus memperkuat industri berbasis bahan baku lokal.

Baca Selengkapnya

MEMANFAATKAN LIMBAH TAPIOKA MENJADI KECAP

kecap dari limbah cair tapioka

Limbah cair tapioka ternyata masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi. Selama ini, limbah cair dari proses produksi tepung tapioka sering kali hanya dianggap sebagai sisa pengolahan yang harus dibuang. Padahal, limbah tersebut masih mengandung bahan organik yang dapat dimanfaatkan melalui proses pengolahan dan fermentasi.

Salah satu alternatif pemanfaatannya adalah mengolah limbah cair tapioka menjadi kecap. Dalam penelitian yang dibahas pada artikel ini, limbah cair tapioka dicampurkan dengan kacang kedelai sebagai bahan tambahan, kemudian difermentasi melalui dua tahap, yaitu koji dan moromi.

Hasil pengolahan yang dijelaskan dalam sumber menunjukkan bahwa kecap dari limbah cair tapioka memiliki kadar protein sebesar 6,35% dan memperoleh penilaian organoleptik yang baik dari segi rasa, aroma, dan warna.

Baca Selengkapnya

Onggok untuk Bahan Pakan

Onggok terfermentasi merupakan salah satu alternatif bahan baku pakan yang dapat dikembangkan dari hasil samping industri tapioka. Pemanfaatan onggok menjadi bahan pakan menarik perhatian karena bahan baku lokal untuk pakan ternak masih memiliki sejumlah keterbatasan, terutama kandungan protein yang rendah dan serat kasar yang relatif tinggi.

Dalam sebuah riset yang dilakukan oleh Supriyati, D. Zaenudin, I.P. Kompiang dari Balai Penelitian Ternak, Bogor, bersama Soekamto dan D. Abdurachman dari Dinas Peternakan Garut, dilakukan upaya meningkatkan nilai gizi onggok melalui fermentasi padat.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan adanya peningkatan kandungan protein kasar pada onggok setelah difermentasi. Selain itu, penggunaan onggok terfermentasi dalam ransum ayam juga menunjukkan potensi meningkatkan efisiensi penggunaan pakan.

Baca Selengkapnya

Pengolahan Limbah cair tapioka dengan UASB

Pengolahan limbah cair tapioka menjadi salah satu hal penting dalam industri tapioka karena proses pencucian dan pengendapan menghasilkan limbah cair yang mengandung bahan organik. Apabila tidak diolah dengan baik, kandungan tersebut berpotensi menjadi pencemar lingkungan.

Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengolah limbah cair tersebut adalah UASB (Up-flow Anaerobic Sludge Blanket). Teknologi ini bekerja dengan memasukkan limbah dari bagian bawah reaktor sehingga proses pengolahan berlangsung dalam kondisi anaerob.

Penelitian yang dilakukan oleh Amirul Mukminin, Wignyanto, dan Nur Hidayat pada tahun 2002 membahas pengaruh pH influen dan waktu detensi terhadap kualitas efluen dari pengolahan limbah cair tapioka menggunakan UASB.

Baca Selengkapnya

Pemanfaatan Onggok Fermentasi untuk Pakan Ternak

onggok

Onggok terfermentasi merupakan salah satu alternatif pemanfaatan hasil ikutan dari industri tapioka untuk meningkatkan nilai guna bahan pakan ternak. Onggok berasal dari ubi kayu dan masih mengandung karbohidrat, tetapi pemanfaatannya sebagai bahan pakan selama ini dibatasi oleh kandungan proteinnya yang relatif rendah.

Permasalahan serupa juga ditemukan pada berbagai industri kecil dan industri rumah tangga, seperti produksi tahu, tempe, tapioka, kecambah, penggilingan padi, serta pembuatan minyak kelapa. Sisa atau ampas dari proses produksi tersebut sering kali masih dijual dalam bentuk mentah sehingga belum memberikan nilai tambah yang optimal.

onggok terfermentasi untuk pakan ternak

Pada musim basah, sebagian limbah bahkan tidak laku dijual dan akhirnya membusuk. Kondisi tersebut dapat menimbulkan bau yang tidak sedap. Karena itu, pengolahan limbah agroindustri menjadi produk yang lebih bermanfaat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan nilai ekonominya.

Baca Selengkapnya

Limbah Tapioka Dimanfaatkan Untuk Biogas

Limbah Cait Tapioka

Limbah dari industri tapioka tidak selalu harus berakhir sebagai buangan. Di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, masyarakat mendapatkan pelatihan untuk memanfaatkan limbah tapioka menjadi biogas sekaligus mengolah singkong menjadi mocaf. Kegiatan ini menjadi salah satu contoh pemanfaatan sumber daya lokal untuk menghasilkan energi alternatif dan produk pangan bernilai ekonomi.

Sekitar 100 anggota Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) Mugi Lestari di Desa Karangjoho, Kecamatan Pengadegan, mengikuti pelatihan yang berlangsung selama dua hari. Kegiatan tersebut difasilitasi Pemerintah Kabupaten Purbalingga melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapermas) bersama Centre on Integrated Rural Development for Asia and the Pacific (CIRDAP) Sub-regional Office of CIRDAP in South East Asia (SOCSEA).

limbah cair tapioka untuk biogasSelain mempelajari pengolahan limbah cair tapioka menjadi biogas, peserta juga mendapatkan pelatihan pembuatan mocaf dari singkong. Dengan demikian, kegiatan tidak hanya berfokus pada pengelolaan limbah, tetapi juga pada peningkatan nilai tambah singkong.

Baca Selengkapnya

OPTIMASI PRODUKSI BIOGAS PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI TAPIOKA SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF TERBARUKAN

biorektor

Pengolahan air limbah industri tapioka tidak hanya berkaitan dengan upaya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga dapat dikembangkan untuk menghasilkan sumber energi alternatif. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah menangkap gas metana dari proses pengolahan limbah secara anaerobik melalui bioreaktor anaerob.

bioreaktor anaerob untuk menghasilkan biogas dari limbah tapioka

Sistem pengolahan air limbah industri tapioka yang menggunakan kolam terbuka (ponds) dapat menghasilkan gas karbon dioksida (CO2) dan metana (CH4). Kedua gas tersebut termasuk gas rumah kaca. Namun, gas metana yang dihasilkan selama proses anaerobik juga memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar.

Dengan menangkap gas metana melalui bioreaktor anaerobik, limbah cair industri tapioka berpotensi diolah menjadi biogas sekaligus menghasilkan energi terbarukan. Pendekatan ini dapat memberikan manfaat ganda, yaitu membantu mengelola limbah dan memanfaatkan gas yang dihasilkan sebagai sumber energi.

Baca Selengkapnya

Apa yang beda dari Brownies Tepung Fermentasi Singkong???

brownies mocaf

Siapa yang tidak kenal brownies? Cake cokelat dengan tekstur khas, mulai dari yang bantat hingga kenyal, serta rasa manis dan legit ini sudah lama menjadi salah satu makanan yang digemari banyak orang. Brownies juga terus berkembang dengan berbagai cara pengolahan, mulai dari brownies oven hingga brownies kukus.

brownies tepung singkong atau mocaf

Selama ini brownies umumnya dikenal menggunakan tepung terigu sebagai salah satu bahan utamanya. Namun, bagaimana jika brownies dibuat menggunakan tepung fermentasi singkong atau tepung singkong? Apakah rasa dan teksturnya tetap menarik?

Penggunaan tepung fermentasi singkong sebagai bahan brownies menjadi salah satu alternatif pemanfaatan singkong untuk menghasilkan produk pangan modern. Berdasarkan pengalaman masyarakat yang dikutip dalam sumber artikel, brownies singkong dinilai memiliki rasa yang enak dan dapat menjadi alternatif dari brownies berbahan tepung terigu.

Baca Selengkapnya

Varietas Unggul Singkong Raksasa Darul Hidayah

singkong gajah

Singkong Darul Hidayah merupakan salah satu jenis singkong yang dalam sumber lama ini disebut sebagai singkong raksasa karena memiliki ukuran dan produktivitas yang jauh lebih besar dibandingkan singkong biasa. Kisah pengembangannya bermula dari penemuan tanaman singkong yang kemudian dikembangkan oleh Abdul Jamil Ridho dan Niti Soedigdo.

Singkong Darul Hidayah atau singkong raksasa

Menurut artikel yang dimuat dalam Tabloid Peluang pada 22 Maret 2001, tanaman tersebut ditemukan di wilayah Panaragan Jaya, Lampung Utara. Setelah melalui beberapa kali percobaan pengembangan, tanaman itu kemudian dikenal dengan nama Singkong Darul Hidayah.

Nama singkong raksasa diberikan karena ukuran umbinya disebut mampu mencapai panjang yang sangat besar. Selain ukuran umbi, daya hasil per hektare juga menjadi salah satu keunggulan yang diklaim dalam sumber tersebut.

Baca Selengkapnya