'
Browsing articles tagged with " singkong"

Gula Singkong dapat Diproduksi di Pedesaan

Mar 24, 2013   //   by   //   Singkong  //  No Comments

Satu fakta teramat penting tentang gula belakangan ini adalah harganya yang melambung terus.  Kebutuhan gula Indonesia mencapai 3,3 juta ton/tahun, sementara produksi dalam negeri hanya 1,7 juta ton atau 51,5% dari kebutuhan nasional, sehingga impor menjadi pilihan. Ironisnya, harga gula impor lebih murah dibandingkan dengan gula produksi dalam negeri. Dalam situasi seperti ini, gula produksi dalam negeri menjadi sulit dipasarkan tanpa kebijakan yang mampu melindunginya dari serbuan gula impor. Pemerintah sebenarnya terus berupaya memihak para petani tebu dengan mengeluarkan kebijakan yang dikenal dengan Surat Keputusan (SK) 643. SK ini mengatur harga minimal embelian gula petani.

Harga pembelian di tingkat  petani oleh pabrik gula adalah Rp3.410/kg, sedangkan harga gula di pasaran diusahakan  berkisar Rp4.000-4.500/kg. Namun dengan adanya kenaikan harga BBM, Dewan Gula Nasional mengusulkan harga dasar gula sebesar  p4.000/kg. Hal ini akan memancing keresahan konsumen karena dengan harga dasar gula Rp3.410/kg yang saat ini berlaku, harga gula di pasaran dapat mencapai Rp6.000/kg atau hampir dua kali lipat harga dasar, walaupun kenaikan harga tersebut lebih disebabkan oleh kekurangan stok gula internasional. Untuk mengurangi impor gula maka produksi gula dalam negeri perlu terus dipacu, di samping mencari alternatif bahan pemanis lain sebagai substitusi gula. Gula alternatif yang sekarang sudah digunakan antara lain adalah gula siklamat dan stearin yang merupakan gula sintetis, serta gula dari pati seperti sirup glukosa, fruktosa, maltosa, manitol, sorbitol, dan xilitol. Gula dari pati mempunyai rasa dan kemanisan hampir sama dengan gula tebu (sukrosa), bahkan ada yang lebih manis. Gula tersebut dibuat dari bahan berpati seperti ubi kayu, ubi jalar, sagu, dan pati jagung. Semua bahan tersebut melimpah di Indonesia. Di antara gula dari pati tersebut, sirup glukosa dan fruktosa mempunyai prospek paling baik untuk mensubstitusi gula pasir.

Untuk informasi lebih lanjut
hubungi:
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian
Jalan Tentara Pelajar No. 12
Bogor 16111
Telepon : (0251) 321762
Faksimile : (0251) 321762
E-mail:

bb_pascapanen@litbang.deptan.go.id
bb_pascapanen@yahoo.com
sulusi_prabawati@yahoo.com

PROSPEK PEMANFAATAN BIOGAS DARI PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI TAPIOKA

Mar 14, 2013   //   by   //   Artikel Indonesia, Penelitian, Tapioka  //  No Comments

Teknologi produksi biogas telah dapat diterapkan pada instalasi pengolahan air limbah industri tapioka. Pengolahan air limbah dengan kapasitas 150 m3 mampu menghasilkan biogas sebanyak 485,4 m3 per hari. Dari hasil analisa biogas, diperkirakan setiap 1 m3 limbah dapat
menghasilkan 1,88 m3 gas metana. Bila tidak dicegah, gas metana ini akan teremisi bebas dan menambah terjadinya peningkatan konsentrasi di atmosfir yang berakibat pada meningkatnya efek rumah kaca. Gas ini memiliki nilai ekonomi bila digunakan sebagai bahan bakar pengganti minyak tanah untuk keperluan memasak rumah tangga. Gas metana bisa juga dipergunakan sebagai bahan bakar generator yang akan mampu memproduksi sekitar 578 kWh energi listrik.

BIOGAS PRODUCTION USING ANAEROBIC BIODIGESTER FROM CASSAVA STARCH EFFLUENT

Mar 13, 2013   //   by   //   Artikel English, Cassava, Penelitian, Tapioka  //  No Comments

KMs’ factory activity in Margoyoso produces liquid and solid wastes. The possible alternative was to use the liquid effluent as biogas raw material. This study focuses on the used of urea, ruminant, yeast, microalgae, the treatment of gelled and ungelled feed for biogas production, pH control during biogas production using buffer Na2CO3, and feeding management in the semi- continuous process of biogas production that perform at ambient temperature for 30 days. Ruminant bacteria, yeast, urea, and microalgae was added 10% (v/v), 0.08% (w/v), 0.04% (w/v), 50% (v/v) of mixing solution volume, respectively. The pH of slurry was adjusted with range 6.8-7.2 and was measured daily and corrected when necessary with Na2CO3. The total biogas production was measured daily by the water displacement technique. Biogas production from the ungelling and gelling mixture of cassava starch effluent, yeast, ruminant bacteria, and urea were 726.43 ml/g total solid and 198 ml/g total solid. Biogas production from ungelling mixture without yeast was 58.6 ml/g total solid. Biogas production from ungelling mixture added by microalgae without yeast was 58.72 ml/g total solid and that with yeast was 189 ml/g total solid. Biogas production from ungelling mixture of cassava starch effluent, yeast, ruminant bacteria, and urea in semi-continuous process was 581.15 ml/g total solid. Adding of microalgae as nitrogen source did not give significant effect to biogas production. But adding of yeast as substrate activator was very helpful to accelerate biogas production. The biogas production increased after cassava starch effluent and yeast was added. Requirement of sodium carbonate (Na2CO3) to increase alkalinity or buffering capacity of fermenting
solution depends on pH-value.

Beras dari Singkong

Jan 8, 2012   //   by   //   Cassava, Singkong  //  No Comments

Semoga ini menjadi kabar gembira bagi rakyat Indonesia. Kebahagiaan karena kreatifitas anak bangsa dalam diversifikasi bahan makanan. Singkong bukan hanya sebagai bahan baku tapioka tapi juga sebagai bahan lainnya. Dan bukan sebagai solusi dalam “keterpurukan” dunia pertanian khususnya beras yang pernah membanggakan  Indonesia sebagai Lumbung Padi Dunia. Dengan kata-kata harum “SWASEMBADA BERAS”.  Bangga rasanya jadi anak Indonesia.

Keluar dari berbagai kemungkinan penyebab ide kreatif mengganti beras dg “singkong beras” telah di rencanakan oleh sodara kita di kalimantan barat. Mungkin bukan latah. Diduga Kalbar yang tergantung pasok beras dari luar, 2012 ini coba diversifikasi beras analog berbahan singkong alias ubi kayu seperti Jawa Barat.

“Jadi inovasinya tahun ini akan dibuat beras tiruan yang berbahan dasar singkong yang banyak terdapat di Kalimantan Barat,” ungkap Mochamad Budi Setiawan, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kalbar, Rabu (4/1).

Hanya saja, menurut Budi beras analog dari ubi itu belum jadi karena pihaknya sedang mempelajari tata cara pengolahan singkong hingga menjadi butiran mirip beras tersebut.

“Sebagai pendukung pengolahan singkong jadi beras tiruan itu, nantinya akan dilengkapi dengan alat khusus pengolah potongan singkong menjadi tepung hingga menjadi butiran beras,” ujarnya.

Selain singkong, penerapan diversifikasi pangan di Kalbar juga memanfaatkan talas alias keladi dan aneka umbi-umbian hingga kacang-kacangan. Prinsipnya, mengedepankan makanan yang mengandung 3B yakni beragam, bergizi, dan berimbang, serta aman.

Budi juga mengandalkan prestasi yang pernah diraih Kalbar yakni juara kedua pada lomba cipta menu 3B di Gorontalo pada 20-23 Oktober 2011 lalu dalam rangkaian peringatan hari Pangan Sedunia ke-31.

“Hal ini dilakukan pula sebagai bentuk dukungan pada diversifikasi pangan, untuk menuju penurunan konsumsi beras hingga 1 persen hingga 2015 mendatang,” pungkas Budi.

Manfaat Berlimpah dari singkong

Jan 8, 2012   //   by   //   Artikel Indonesia, Singkong  //  No Comments

Tanaman singkong adalah tanaman yang sangat populer dunia. Nigeria merupakan produsen singkong supposably terbesar di dunia. Akar singkong salah satu sorces terbesar karbohidrat di dunia. Singkong dapat diklasifikasikan sebagai singkong yang dapat dimakan atau beracun. Penyakit apa??

Kita harus tahu bagaimana cara mengolah Singkong dengan tepat. Jika pengolahan Sayur Singkong tidak benar, mungkin menyebabkan timbulnya penyakit yang disebut Konzo (meski jarang ditemukan). Konzo atau Mantakassa merupakan penyakit lumpuh epidemi biasanya disebabkan oleh proses pengolahan yang tidak cukup pada Singkong pahit.

Kandungan gizi singkong takaran 206 gram atau cangkir akar singkong mentah:

- Protein
- Kolin
- Betaine
- Vitamin B1, Thiamin
- Vitamin B2, Riboflavin
- Vitamin B3, Niacin
- Vitamin B5, Pantothenic Acid
- Vitamin B6, Pyridoxine
- Vitamin B9, Folat, Asam folat
- Vitamin C (Jumlah Besar)
- Vitamin E, A,dan K
- Gula Alam
- Karbohidrat (Bagus Jumlah)
- Dietary Fiber
- Kalori
- Tembaga
- (Jumlah Baik) Mangan
- Selenium
- Lemak Alami
- Omega 3 Asam Lemak
- Asam Lemak Omega 6
- Kalsium
- Besi
- Magnesium
- Fosfor
- Kalium
- Natrium
- seng

Vitamin C:
- Meningkatkan penyembuhan luka
- Mencegah sel dari kerusakan
- Meningkatkan kesehatan gusi
- Meningkatkan kesehatan gigi
- Meningkatkan Sistem kekebalan
- Melindungi dari radikal bebas
- Mengurangi Penuaan
- Menurunkan Resiko dari beberapa Kanker
- Meningkatkan penyerapan Besi
- Meningkatkan kesehatan paru
- Mencegah dari sering pilek

Manfaat kandungan singkong:

- Melindungi dari infeksi sering
- Mendukung tulang yang kuat
- Mendukung kesehatan tulang
- menormalkan kadar gula darah
- Mendukung kelenjar tiroid sehat
- Meningkatkan kesehatan saraf
- Melindungi dari radikal bebas
- Membantu melindungi dari mual
- muntah Mengurangi
- Mengurangi ruam kulit
- Menjaga Warna rambut
- menormalkan kadar kolesterol
- Membantu mencegah pusing
- Membantu mencegah hilangnya pendengaran
- Mendukung reproduksi sehat

Karena manfaat singkong, singkong dijadikan makanan pokok di daerah-daerah tertentu di Indonesia. Namun mengenai penyakit konzo sendiri saya baru mendengar. Jadi, ingatlah singkong dimasak dengan benar dalam rangka untuk mendetoksifikasi ubi kayu sebelum memakannya.

Membuat Singkong Berkompetisi dengan Gandum (Modified Cassava Flour )

Nov 30, 2011   //   by   //   Artikel Indonesia, Tapioka  //  No Comments

mocafPrinsip dasar pembuatan tepung MOCAF adalah dengan prinsip memodifikasi sel ubi kayu secara fermentasi. Mikroba yang tumbuh akan menghasilkan enzim pektinolitik dan sellulolitik yang dapat menghancurkan dinding sel ubikayu sedemikian rupa sehingga terjadi liberasi granula pati. Proses liberalisasi ini akan menyebabkan perubahan karakteristik dari tepung yang dihasilkan berupa naiknya viskositas, kemampuan gelasi, daya rehidrasi, dan kemudahan melarut.

Selanjutnya granula pati tersebut akan mengalami hidrolisis yang menghasilkan monosakarida sebagai bahan baku untuk menghasilkan asam-asam organik. Senyawa asam ini akan terimbibisi dalam bahan, dan ketika bahan tersebut diolah akan dapat menghasilkan aroma dan cita rasa khas yang dapat menutupi aroma dan citarasa ubi kayu yang cenderung tidak menyenangkan konsumen. Read more >>

Pizza Singkong ??? Siapa Takut !!!

Nov 27, 2011   //   by   //   Artikel Indonesia  //  No Comments

 

pizza singkong

pizza singkong

Singkong  merupakan tanaman ‘rakyat’ yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Dahulu makanan ini terkenal dengan makanan kelas menengah bawah, yang hanya dikonsumsi oleh masyarakat desa.
Namun saat ini image itu tidak berlaku. Seiring berkembangnya jaman singkong kini tidak lagi dipandang sebelah mata. Karena telah banyak hadir makanan dengan olahan singkong yang berubah menjadi makanan modern. Selain sebagai bahan baku tapioka.
Dan salah satu makanan modern yang dibuat dari hasil olahan singkong adalah pizza. Apa jadinya jika makanan khas Italia yang terkenal sebagai makanan elite dipadukan dengan singkong?. Pasti akan menciptakan cita rasa baru yang unik.
Nah, jika Anda penasaran ingin mencoba bagaimana mewahnya rasa pizza singkong, perpaduan makanan dua dunia ini, ada baiknya Anda mencobanya dirumah, siapa tahu dapat dikembangkan menjadi peluang usaha baru. Read more >>

Singkong

Oct 31, 2011   //   by   //   Artikel Indonesia, Cassava, Ketela, Singkong  //  1 Comment

Singkong, yang juga dikenal sebagai ketela pohon atau ubi kayu, adalah pohon tahunan tropika dan subtropika dari keluarga Euphorbiaceae. Umbinya dikenal luas sebagai makanan pokok penghasil karbohidrat dan daunnya sebagai sayuran. (sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Ubi_kayu)

Deskripsi

ketelaMemiliki nama latin manihot utilissima. Merupakan umbi atau akar pohon yang panjang dengan fisik rata-rata bergaris tengah 2-3 cm dan panjang 50-80 cm, tergantung dari jenis singkong yang ditanam. Daging umbinya berwarna putih atau kekuning-kuningan. Umbi singkong tidak tahan simpan meskipun ditempatkan di lemari pendingin. Gejala kerusakan ditandai dengan keluarnya warna biru gelap akibat terbentuknya asam sianida yang bersifat racun bagi manusia.

Umbi singkong merupakan sumber energi yang kaya karbohidrat namun sangat miskin protein. Sumber protein yang bagus justru terdapat pada daun singkong karena mengandung asam amino metionin.

Sejarah dan pengaruh ekonomi

Jenis singkong Manihot esculenta pertama kali dikenal di Amerika Selatan kemudian dikembangkan pada masa pra-sejarah di Brasil dan Paraguay. Bentuk-bentuk modern dari spesies yang telah dibudidayakan dapat ditemukan bertumbuh liar di Brasil selatan. Meskipun spesies Manihot yang liar ada banyak, semua varitas M. esculenta dapat dibudidayakan.

Produksi singkong dunia diperkirakan mencapai 184 juta ton pada tahun 2002. Sebagian besar produksi dihasilkan di Afrika 99,1 juta ton dan 33,2 juta ton di Amerika Latin dan Kepulauan Karibia.

Singkong ditanam secara komersial di wilayah Indonesia (waktu itu Hindia Belanda) pada sekitar tahun 1810[1], setelah sebelumnya diperkenalkan orang Portugis pada abad ke-16 ke Nusantara dari Brasil. Read more >>

TEPUNG TAPIOKA

Oct 31, 2011   //   by   //   Artikel Indonesia, Cassava, Ketela, Singkong, Tapioka  //  1 Comment

TEPUNG TAPIOKA

  1. PENDAHULUANSerealia dan umbi-umbian banyak tumbuh di Indonesia. Produksi serealia terutama beras sebagai bahan pangan pokok dan umbi-umbian cukup tinggi. Begitu pula dengan bertambahnya penduduk, kebutuhan akan serealia dan umbi-umbian sebagai sumber energi pun terus meningkat. Tanaman dengan kadar karbohidrat tinggi seperti halnya serealia dan umbi-umbian pada umumnya tahan terhadap suhu tinggi. Serealia dan umbi-umbian sering dihidangkan dalam bentuk segar, rebusan atau kukusan, hal ini tergantung dari selera.Usaha penganekaragaman pangan sangat penting artinya sebagai usaha untuk mengatasi masalah ketergantungan pada satu bahan pangan pokok saja. Misalnya dengan mengolah serealia dan umbi-umbian menjadi berbagai bentuk awetan yang mempunyai rasa khas dan tahan lama disimpan. Bentuk olahan tersebut berupa tepung, gaplek, tapai, keripik dan lainya. Hal ini sesuai dengan program pemerintah khususnya dalam mengatasi masalah kebutuhan bahan pangan, terutama non-beras. Ubi kayu atau singkong (manihot ) merupakan salah satu bahan makanan sumber karbohidrat (sumber energi).
    Tabel 1. Komposisi Ubi Kayu (per 100 gram bahan)
    KOMPONEN KADAR
    Kalori 146,00 kal
    Air 62,50 gram
    Phosphor 40,00 mg
    Karbohidrat 34,00 gram
    Kalsium 33,00 mg
    Vitamin C 30,00 mg
    Protein 1,20 gram
    Besi 0,70 mg
    Lemak 0,30 gram
    Vitamin B1 0,06 mg
    Berat dapat dimakan 75,00

    Ubi kayu dalam keadaan segar tidak tahan lama. Untuk pemasaran yang memerlukan waktu lama, ubi kayu harus diolah dulu menjadi bentuk lain yang lebih awet, seperti gaplek, tapioka (tepung singkong), tapai, peuyeum, keripik singkong dan lain-lain. Read more >>

Pembuatan Tapioka Sederhana

Oct 31, 2011   //   by   //   Artikel Indonesia, Cassava, Ketela, Singkong, Tapioka  //  2 Comments

Pengeringan Tapioka Sederhana1. PENDAHULUAN
Tapioka adalah tepung pati ubi kayu (singkong,ketela atau cassava). Produk ini digunakan untuk pengolahan makanan, pakan, kosmetika, industri kimia dan pengolahan kayu. Ubi kayu dapat diolah menjadi tapioka dengan cara sederhana menggunakan alat-alat yang biasa terdapat di dapur rumah tangga. Untuk industri kecil, pengolahan sudah memerlukan alat-alat mekanis untuk mempertinggi efisiensi hasil dan biaya. Alat-alat tersebut dapat dibuat di bengkel konstruksi biasa dengan menggunakan bahan-bahan lokal. Untuk industri menengah dan besar, pengolahan memerlukan alat-alat moderen yang bekerja secara efisien dengan kapasitas besar. Read more >>

Pages:12»
ej8vrUyxH6G8xZr4fume7AWjyFGXyNK9x6POCYAQ7qk