'
Browsing articles tagged with " onggok"

Onggok untuk Bahan Pakan

Sep 28, 2011   //   by   //   Artikel Indonesia, Tapioka  //  1 Comment

onggok tapiokaPoultryindonesia.com, Riset. Seperti diketahui bersama, untuk memenuhi kebutuhan akan bahan baku pakan ternak, masih banyak yang harus kita impor, terutama sumber protein dan vitamin seperti bungkil kedele dan tepung ikan.

Sementara bahan baku lokal yang tersedia biasanya berupa hasil ikutan agroindustri, misalnya dedak padi, ampas sagu, onggok, ampas kelapa sawit dan lain-lain. Namun pada umumnya bahan baku lokal tersebut kandungan proteinnya rendah, sementara kandungan serat kasarnya tinggi sehingga sukar dicerna terutama oleh hewan berlambung tunggal (monogastrik) seperti unggas. Karenanya, penggunaanya sebagai bahan baku pakan sangat terbatas.

Untuk mengatasi masalah ini, Supriyati, D. Zaenudin, I.P Kompiang dari Balai Penelitian Ternak, Bogor serta Soekamto dan D. Abdurachman dari Dinas Peternakan Garut telah melakukan riset guna meningkatkan nilai gizi bahan baku lokal dengan proses fermentasi padat. Read more >>

Pengolahan Limbah cair tapioka dengan UASB

Sep 27, 2011   //   by   //   Artikel Indonesia, Tapioka  //  1 Comment

Amirul Mukminin, Wignyanto dan Nur Hidayat

Abstrak, 2002

Industri tapioka menghasilkan limbah cair dari proses pencucian dan pengendapn yang mengandung bahan organik yg berpotensi sebagai pencemar lingkungan apabila tidak diolah. Salah satu cara pengolahan limbah cair adalah dengan UASB (Up-flow Anaerobic Sludge Blanket) yg memiliki keuntungan tidak membutuhkan energi untuk aerasi, pemanfaatan ruang secara vertikal dan dihasilkan sludge lebih sedikit daripada aerob. Limba yg diolah dimasukkan dari bagian bawah reaktor.

Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan pH influen dan waktu detensi pada UASB agar efluen yang dihasilkan sesuai standar.

Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok yang terdiri dari dua faktor yaitu pH influen dan waktu detensi. Analisis dilakukan terhdap pH, COD, BOD, DO dan TSS Read more >>

Pemanfaatan Onggok Fermentasi untuk Pakan Ternak

Sep 27, 2011   //   by   //   Artikel Indonesia, Cassava, Tapioka  //  1 Comment

Produksi tahu, tempe, tapioca, kecambah, dan huller penggilingan padi pada umumnya banyak diusahakan sebagai industri kecil dan industri rumah tangga seperti pembuatan minyak kelapa di pedesaan. Limbah atau sisa ampasnya masih banyak yang dipasarkan mentahan belum diolah menjadi komoditi produk yang memiliki nilai tambah produksi di pedesaan. Kadang ampas atau limbah produksi pada musim basah tidak laku dijual dan membusuk menjadi kotoran yang menimbulkan bau yang tidak sedap. Begitu juga sisa-sisa limbah sayuran pasar setiap hari hanya menimbulkan kotoran, belum termanfaatkan dan jumlahnya cukup banyak.
Salah satunya ampas yang tidak terpakai adalah onggok. Onggok yang berasal dari ubi kayu merupakan hasil ikutan padat dari pengolahan tepung tapioka. Sebagai ampas pati singkong (ubi kayu) yang mengandung banyak karbohidrat, onggok dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi, nilai gizi yang terkandung pada onggok adalah protein 3,6%; lemak 2,3%;air 20,31 % dan abu 4,4%. Read more >>

Limbah Tapioka Dimanfaatkan Untuk Biogas

Sep 27, 2011   //   by   //   Artikel Indonesia, Tapioka  //  2 Comments

limbah cair tapiokaKota – Sekitar 100 anggota kelompok Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) Mugi Lestari, Desa Karangjoho, Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Senin, dilatih pemanfaatan limbah tapioka untuk dijadikan biogas. Pelatihan yang digelar selama dua hari ini difasilitasi Pemerintah Kabupaten Purbalingga melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapermas) bekerja sama dengan Centre on Integrated Rural Development for Asia and The Pasific (Cirdap) Sub-regional Office of CIRDAP in South East Asia (SOCSEA). Selain dilatih memanfaatkan limbah tapioka sebagai biogas, warga juga mendapatkan pelatihan pembuatan tepung mocal dari singkong.

“Pelatihan ini dimaksudkan untuk memanfaatkan limbah aci atau tapioka menjadi biogas yang pada akhirnya akan mampu menciptakan energi alternatif serta mengolah singkong menjadi mocal sebagai sumber makanan tambahan dengan nilai ekonomi tinggi,” kata Kepala Bapermas Purbalingga, Imam Wahyudi. Read more >>

ej8vrUyxH6G8xZr4fume7AWjyFGXyNK9x6POCYAQ7qk