'
Browsing articles tagged with " limbah"

Pengolahan Limbah dg EM

Mar 20, 2013   //   by   //   Artikel Indonesia, Penelitian, Singkong, Tapioka  //  No Comments

Pengolahan limbah cair tapioka sebagai pembiakan mikrobiologi telah diteliti. Limbah yang diolah oleh efektif mikroorganisme (EM) teknologi dalam skala laboratorium. Sampel diambil dari PT. Sari Bumi Swakarsa, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau dan dibawa ke laboratorium menggunakan dua wadah plastik. Sampel dalam wadah pertama berisi akhir proses limbah cair (keluar biarkan) untuk mengendalian kualitas. itu wadah kedua berisi limbah cair sebelum memproses yang diperbaiki dengan EM. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempercepat dekomposisi proses limbah cair tapioka menggunakan EM teknologi.
Pengolahan limbah dg EM digunakan tiga pengolahan. Dua perlakuan menggunakan EM dengan konsentrasi 0,5% (seri A) dan 1% (seri B).Pengolahan lain adalah tanpa EM (seri C). Variabel kualitas air sebelum dan setelah pengobatan dibandingkan dengan tapioka limbah cair standar (KepMenLH No.51/MenLH/10/1995) di bertanggung jawab atas pH, BOD, COD, total suspended solid (TSS) dan sianida. Variabel waktu adalah 0, 3, 6, 9, 12, dan 15 hari data pengobatan adalah dianalisis menggunakan ANOVA statistik. Pengaruh EM diamati menggunakan uji Duncan pada tingkat kepercayaan 95%. The statistik analisis dari data eksperimen menunjukkan bahwa A seri dan seri B telah BOD, COD TSS, dan kurang sianida daripada C series (p â?¤ 0,05). Perbedaan konsentrasi EM tidak mempengaruhi arah BOD, COD dan TSS. Seri B adalah efektif untuk menurunkan sianida (p â?¤ 0,05). EM teknologi dapat digunakan untuk menumbuhkan limbah cair tapioka lebih cepat (12 hari) dibandingkan proses industri (3 bulan) untuk mencapai kualitas air limbah standar.

Pengolahan Limbah cair tapioka dengan UASB

Sep 27, 2011   //   by   //   Artikel Indonesia, Tapioka  //  1 Comment

Amirul Mukminin, Wignyanto dan Nur Hidayat

Abstrak, 2002

Industri tapioka menghasilkan limbah cair dari proses pencucian dan pengendapn yang mengandung bahan organik yg berpotensi sebagai pencemar lingkungan apabila tidak diolah. Salah satu cara pengolahan limbah cair adalah dengan UASB (Up-flow Anaerobic Sludge Blanket) yg memiliki keuntungan tidak membutuhkan energi untuk aerasi, pemanfaatan ruang secara vertikal dan dihasilkan sludge lebih sedikit daripada aerob. Limba yg diolah dimasukkan dari bagian bawah reaktor.

Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan pH influen dan waktu detensi pada UASB agar efluen yang dihasilkan sesuai standar.

Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok yang terdiri dari dua faktor yaitu pH influen dan waktu detensi. Analisis dilakukan terhdap pH, COD, BOD, DO dan TSS Read more >>

Limbah Tapioka Dimanfaatkan Untuk Biogas

Sep 27, 2011   //   by   //   Artikel Indonesia, Tapioka  //  2 Comments

limbah cair tapiokaKota – Sekitar 100 anggota kelompok Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) Mugi Lestari, Desa Karangjoho, Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Senin, dilatih pemanfaatan limbah tapioka untuk dijadikan biogas. Pelatihan yang digelar selama dua hari ini difasilitasi Pemerintah Kabupaten Purbalingga melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapermas) bekerja sama dengan Centre on Integrated Rural Development for Asia and The Pasific (Cirdap) Sub-regional Office of CIRDAP in South East Asia (SOCSEA). Selain dilatih memanfaatkan limbah tapioka sebagai biogas, warga juga mendapatkan pelatihan pembuatan tepung mocal dari singkong.

“Pelatihan ini dimaksudkan untuk memanfaatkan limbah aci atau tapioka menjadi biogas yang pada akhirnya akan mampu menciptakan energi alternatif serta mengolah singkong menjadi mocal sebagai sumber makanan tambahan dengan nilai ekonomi tinggi,” kata Kepala Bapermas Purbalingga, Imam Wahyudi. Read more >>

Limbah Cair Tapioka Sebagai Bahan Baku Nata de Cassava

Sep 22, 2011   //   by   //   Artikel Indonesia, Cassava, Singkong, Tapioka  //  4 Comments

nata de cassavaOleh sebagian pabrik pati tapioka, limbah cair menjadi suatu masalah pencemaran lingkungan sehingga perlu pengolahan lebih lanjut sebelum dibuang ke lingkungan.Limbah cair ini berupa air yang digunakan untuk memeras parutan singkong dan mengendapkan pati. Keberadaan limbah cair ini tidak dapat terelakkan lagi. Berdasarkan survey di salah satu perajin pati tapioka/ pati aci yang terletak di Nangsri, Pundong, Bantul, untuk memproduksi pati dari 2 kuintal singkong akan menghasilkan limbah cair tak kurang dari 300 liter. Di Pundong, Bantul terdapat hampir 120 perajin pati tapioka, dengan kapasitas produksi 2-4 kuintal singkong/perajin. Sehingga dihasilkan jumlah limbah cair yang sangat melimpah 30.000 liter. Hal tersebut yang melatarbelakangi penelitian nata de cassava, adanya bahan sisa yang melimpah dan belum termanfaatkan menjadi makanan berserat nata de cassava yang menyehatkan pencernaan. Read more >>

ej8vrUyxH6G8xZr4fume7AWjyFGXyNK9x6POCYAQ7qk