'
Browsing articles tagged with " ketela"

PROSPEK PEMANFAATAN BIOGAS DARI PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI TAPIOKA

Mar 14, 2013   //   by   //   Artikel Indonesia, Penelitian, Tapioka  //  No Comments

Teknologi produksi biogas telah dapat diterapkan pada instalasi pengolahan air limbah industri tapioka. Pengolahan air limbah dengan kapasitas 150 m3 mampu menghasilkan biogas sebanyak 485,4 m3 per hari. Dari hasil analisa biogas, diperkirakan setiap 1 m3 limbah dapat
menghasilkan 1,88 m3 gas metana. Bila tidak dicegah, gas metana ini akan teremisi bebas dan menambah terjadinya peningkatan konsentrasi di atmosfir yang berakibat pada meningkatnya efek rumah kaca. Gas ini memiliki nilai ekonomi bila digunakan sebagai bahan bakar pengganti minyak tanah untuk keperluan memasak rumah tangga. Gas metana bisa juga dipergunakan sebagai bahan bakar generator yang akan mampu memproduksi sekitar 578 kWh energi listrik.

Membuat Singkong Berkompetisi dengan Gandum (Modified Cassava Flour )

Nov 30, 2011   //   by   //   Artikel Indonesia, Tapioka  //  No Comments

mocafPrinsip dasar pembuatan tepung MOCAF adalah dengan prinsip memodifikasi sel ubi kayu secara fermentasi. Mikroba yang tumbuh akan menghasilkan enzim pektinolitik dan sellulolitik yang dapat menghancurkan dinding sel ubikayu sedemikian rupa sehingga terjadi liberasi granula pati. Proses liberalisasi ini akan menyebabkan perubahan karakteristik dari tepung yang dihasilkan berupa naiknya viskositas, kemampuan gelasi, daya rehidrasi, dan kemudahan melarut.

Selanjutnya granula pati tersebut akan mengalami hidrolisis yang menghasilkan monosakarida sebagai bahan baku untuk menghasilkan asam-asam organik. Senyawa asam ini akan terimbibisi dalam bahan, dan ketika bahan tersebut diolah akan dapat menghasilkan aroma dan cita rasa khas yang dapat menutupi aroma dan citarasa ubi kayu yang cenderung tidak menyenangkan konsumen. Read more >>

Singkong

Oct 31, 2011   //   by   //   Artikel Indonesia, Cassava, Ketela, Singkong  //  1 Comment

Singkong, yang juga dikenal sebagai ketela pohon atau ubi kayu, adalah pohon tahunan tropika dan subtropika dari keluarga Euphorbiaceae. Umbinya dikenal luas sebagai makanan pokok penghasil karbohidrat dan daunnya sebagai sayuran. (sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Ubi_kayu)

Deskripsi

ketelaMemiliki nama latin manihot utilissima. Merupakan umbi atau akar pohon yang panjang dengan fisik rata-rata bergaris tengah 2-3 cm dan panjang 50-80 cm, tergantung dari jenis singkong yang ditanam. Daging umbinya berwarna putih atau kekuning-kuningan. Umbi singkong tidak tahan simpan meskipun ditempatkan di lemari pendingin. Gejala kerusakan ditandai dengan keluarnya warna biru gelap akibat terbentuknya asam sianida yang bersifat racun bagi manusia.

Umbi singkong merupakan sumber energi yang kaya karbohidrat namun sangat miskin protein. Sumber protein yang bagus justru terdapat pada daun singkong karena mengandung asam amino metionin.

Sejarah dan pengaruh ekonomi

Jenis singkong Manihot esculenta pertama kali dikenal di Amerika Selatan kemudian dikembangkan pada masa pra-sejarah di Brasil dan Paraguay. Bentuk-bentuk modern dari spesies yang telah dibudidayakan dapat ditemukan bertumbuh liar di Brasil selatan. Meskipun spesies Manihot yang liar ada banyak, semua varitas M. esculenta dapat dibudidayakan.

Produksi singkong dunia diperkirakan mencapai 184 juta ton pada tahun 2002. Sebagian besar produksi dihasilkan di Afrika 99,1 juta ton dan 33,2 juta ton di Amerika Latin dan Kepulauan Karibia.

Singkong ditanam secara komersial di wilayah Indonesia (waktu itu Hindia Belanda) pada sekitar tahun 1810[1], setelah sebelumnya diperkenalkan orang Portugis pada abad ke-16 ke Nusantara dari Brasil. Read more >>

TEPUNG TAPIOKA

Oct 31, 2011   //   by   //   Artikel Indonesia, Cassava, Ketela, Singkong, Tapioka  //  1 Comment

TEPUNG TAPIOKA

  1. PENDAHULUANSerealia dan umbi-umbian banyak tumbuh di Indonesia. Produksi serealia terutama beras sebagai bahan pangan pokok dan umbi-umbian cukup tinggi. Begitu pula dengan bertambahnya penduduk, kebutuhan akan serealia dan umbi-umbian sebagai sumber energi pun terus meningkat. Tanaman dengan kadar karbohidrat tinggi seperti halnya serealia dan umbi-umbian pada umumnya tahan terhadap suhu tinggi. Serealia dan umbi-umbian sering dihidangkan dalam bentuk segar, rebusan atau kukusan, hal ini tergantung dari selera.Usaha penganekaragaman pangan sangat penting artinya sebagai usaha untuk mengatasi masalah ketergantungan pada satu bahan pangan pokok saja. Misalnya dengan mengolah serealia dan umbi-umbian menjadi berbagai bentuk awetan yang mempunyai rasa khas dan tahan lama disimpan. Bentuk olahan tersebut berupa tepung, gaplek, tapai, keripik dan lainya. Hal ini sesuai dengan program pemerintah khususnya dalam mengatasi masalah kebutuhan bahan pangan, terutama non-beras. Ubi kayu atau singkong (manihot ) merupakan salah satu bahan makanan sumber karbohidrat (sumber energi).
    Tabel 1. Komposisi Ubi Kayu (per 100 gram bahan)
    KOMPONEN KADAR
    Kalori 146,00 kal
    Air 62,50 gram
    Phosphor 40,00 mg
    Karbohidrat 34,00 gram
    Kalsium 33,00 mg
    Vitamin C 30,00 mg
    Protein 1,20 gram
    Besi 0,70 mg
    Lemak 0,30 gram
    Vitamin B1 0,06 mg
    Berat dapat dimakan 75,00

    Ubi kayu dalam keadaan segar tidak tahan lama. Untuk pemasaran yang memerlukan waktu lama, ubi kayu harus diolah dulu menjadi bentuk lain yang lebih awet, seperti gaplek, tapioka (tepung singkong), tapai, peuyeum, keripik singkong dan lain-lain. Read more >>

Pembuatan Tapioka Sederhana

Oct 31, 2011   //   by   //   Artikel Indonesia, Cassava, Ketela, Singkong, Tapioka  //  2 Comments

Pengeringan Tapioka Sederhana1. PENDAHULUAN
Tapioka adalah tepung pati ubi kayu (singkong,ketela atau cassava). Produk ini digunakan untuk pengolahan makanan, pakan, kosmetika, industri kimia dan pengolahan kayu. Ubi kayu dapat diolah menjadi tapioka dengan cara sederhana menggunakan alat-alat yang biasa terdapat di dapur rumah tangga. Untuk industri kecil, pengolahan sudah memerlukan alat-alat mekanis untuk mempertinggi efisiensi hasil dan biaya. Alat-alat tersebut dapat dibuat di bengkel konstruksi biasa dengan menggunakan bahan-bahan lokal. Untuk industri menengah dan besar, pengolahan memerlukan alat-alat moderen yang bekerja secara efisien dengan kapasitas besar. Read more >>

Kantong Plastik Tapioka Ramah Lingkungan

Oct 30, 2011   //   by   //   Artikel Indonesia, Tapioka  //  1 Comment

Isu lingkungan kini semakin ramai diperbincangkan masyarakat dunia. Jika dulunya kepedulian terhadap lingkungan dianggap sebagai kegiatan yang membuang-buang biaya, kini maraknya global warming membuat ecopreneur atau grecoplaseen industri dijadikan sebagai salah satu peluang bisnis yang memiliki nilai jual cukup menarik di mata para konsumen. Sekarang ini setiap orang mulai peduli terhadap pemanasan global dan menghindari produk-produk yang tidak ramah lingkungan. Sehingga wajar adanya bila saat ini produk yang ramah lingkungan memiliki daya saing yang cukup tinggi dan diminati pasar lokal maupun internasional.

Salah satu terobosan baru yang berhasil diciptakan anak bangsa yaitu kantong plastik tapioka ramah lingkungan. Melihat ancaman sampah kantong plastik yang semakin membahayakan lingkungan, PT. Tirta Marta mengangkat permasalahan tersebut sebagai peluang usaha baru yang diyakininya memiliki prospek bisnis sangat besar. Setelah berhasil menciptakan produk oxium (sejenis aditif yang bisa mengurai sampah plastik dalam kurun waktu 2 tahun),  kini PT. Tirta Marta kembali meluncurkan produk baru yang tidak kalah inovatif, yaitu ecoplas (kantong plastik dari tepung tapioka). Tapioka menghasilkan ampas yang juga bisa dimanfaatkan yang disebut onggok. Read more >>

Ironi Negeri Singkong Mengimpor Tapioka

Oct 7, 2011   //   by   //   Artikel Indonesia, Cassava, Singkong, Tapioka  //  4 Comments

indonesia“Aneh! Produsen Singkong Tapi RI Rajin Impor Tepung Tapioka” adalah judul artikel di Detik Finance (Senin, 08/08/2011 07:48 WIB). Mungkin suatu saat juga akan mengimpor onggok atau ampas tapioka !

Indonesia tercatat menjadi salah satu negara produsen ubi kayu atau singkong di dunia. Namun Indonesia juga tercatat menjadi salah satu yang masih rajin mengimpor tepung tapioka yang merupakan produk olahan ubi kayu.

Menurut Benny Kusbini, praktisi pertanian yang kini Ketua Dewan Kedelai, memang agak aneh jika Indonesia mengimpor tepung tapioka apalagi gaplek singkong yang relatif banyak di Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), meski relatif kecil, Indonesia masih mengimpor ubi kayu dengan total 4,73 ton dengan nilai US$ 21,9 ribu dari Januari hingga Juni 2011. Negara Italia merupakan negara sumber impor ubi kayu dengan nilai terbesar yaitu US$ 20,64 ribu dengan berat 1,78 ton. Sedangkan Cina merupakan negara penyuplai ubi kayu terbesar di dunia hanya berkontribusi yaitu 2,96 ton dengan nilai US$ 1.273 Read more >>

MEMANFAATKAN LIMBAH TAPIOKA MENJADI KECAP

Sep 28, 2011   //   by   //   Artikel Indonesia, Tapioka  //  3 Comments

MEMANFAATKAN LIMBAH TAPIOKA MENJADI KECAP

Oleh. Ir. Wiwiek Yuniarti Costa, M.Si

kecap dari limbah tapiokaUbi Kayu (Manihot utilissima Phol) merupakan bahan makanan yang sangat potensial yaitu sebagai bahan baku industri pangan melalui pengolahannya menjadi tepung tapioka. Pemanfaatan umbi kayu telah lama dikembangkan di Indonesia yaitu dengan mengolahnya menjadi berbagai bentuk baik sebagai bahan baku atau bahan setengah jadi maupun dalam bentuk pangan olahan seperti: dibuat tepung tapioca, cake, tape, sirup glukosa, pudding dan lain-lain. Sebagai salah satu jenis umbi-umbian maka ubi kayu merupakan salah satu sumber karbohidrat karena kandungan karbohidrat ubi kayu sangat tinggi yaitu 34,7 gr per 100 gr bahan. Selain mengandung karbohidrat yang tinggi, ubi kayu juga mengandung kalori sebesar 148,0 kal dan mineral-mineral penting seperti calsium (Ca) 33,0 mg, Phospor (P) 40,0 mg serta kandungan vitamin C yang cukup tinggi 30,0 mg. Read more >>

Pemanfaatan Onggok Fermentasi untuk Pakan Ternak

Sep 27, 2011   //   by   //   Artikel Indonesia, Cassava, Tapioka  //  1 Comment

Produksi tahu, tempe, tapioca, kecambah, dan huller penggilingan padi pada umumnya banyak diusahakan sebagai industri kecil dan industri rumah tangga seperti pembuatan minyak kelapa di pedesaan. Limbah atau sisa ampasnya masih banyak yang dipasarkan mentahan belum diolah menjadi komoditi produk yang memiliki nilai tambah produksi di pedesaan. Kadang ampas atau limbah produksi pada musim basah tidak laku dijual dan membusuk menjadi kotoran yang menimbulkan bau yang tidak sedap. Begitu juga sisa-sisa limbah sayuran pasar setiap hari hanya menimbulkan kotoran, belum termanfaatkan dan jumlahnya cukup banyak.
Salah satunya ampas yang tidak terpakai adalah onggok. Onggok yang berasal dari ubi kayu merupakan hasil ikutan padat dari pengolahan tepung tapioka. Sebagai ampas pati singkong (ubi kayu) yang mengandung banyak karbohidrat, onggok dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi, nilai gizi yang terkandung pada onggok adalah protein 3,6%; lemak 2,3%;air 20,31 % dan abu 4,4%. Read more >>

Apa yang beda dari Brownies Tepung Fermentasi Singkong???

Sep 23, 2011   //   by   //   Artikel Indonesia, Cassava, Tapioka  //  7 Comments

Siapa tak kenal brownies??. Cake cokelat yang bantat atau kenyal, dengan rasa khasnya yang manis dan legit. Makanan ini sempat menjadi santapan terkenal karena ada beragam model pengolahannya. Mulai dari brownies oven sampai kukus. Selama ini yang kita tahu brownies di buat dengan bahan dasar tepung terigu. Lalu bagaimana jika cake hitam manis ini dibuat dengan menggunakan tepung fermentasi singkong?? Apakah rasa dan bentuknya akan tetap sama??

Ternyata dari pengakuan beberapa masyarakat yang pernah merasakan brownies singkong ini, mereka mengaku justru rasanya lebih enak dari pada brownies yang menggunakan tepung terigu. Wah, pasti kira-kira apa saja kelebihan yang terdapat di tepung fermentasi singkong ini, sehingga menjadi alternatif pengganti tepung terigu.

Pada dasarnya secara penggunaan tepung singkong lebih irit dibandingkan dengan tepung terigu. Jika dilihat dari teksturnya, tepung singkong memiliki tekstur yang lebih padat, ini yang membuat irit dalam penggunaannya tepung singkong. Misalnya, untuk membuat satu adonan kue dibutuhkan 200 gr tepung terigu. Sedangkan dengan tepung singkong hanya diperlukan 150 gr. Selain itu, tepung singkong mempunyai kadar air lebih sedikit sehingga brownies cepat matang saat dikukus, ada lagi beberapa hal yang membuat tepung singkong ini mejadi pengganti tepung terigu. Yaitu kadar gula lebih tinggi sehingga irit penggunaan gula, rasanya netral sehingga gampang menyerap penambah rasa apa pun, dan yang paling menguntungkan harganya lebih murah. Read more >>

Pages:12»
ej8vrUyxH6G8xZr4fume7AWjyFGXyNK9x6POCYAQ7qk