'
Browsing articles tagged with " fermentasi"

PENGGUNAAN KULIT SINGKONG SEBAGAI PAKAN UNGGAS

Mar 18, 2013   //   by   //   Artikel Indonesia, Penelitian, Singkong, Tapioka  //  No Comments

Eksplorasi bahan pakan alternatif yang berasal dari limbah pertanian tak termanfaatkan dan belum lazim digunakan sebagai bahan pakan perlu terus dilakukan untuk mendapatkan bahan pakan alternatif baru yang dapat digunakan sebagai pakan ternak unggas, salah satu contoh limbah pertanian tersebut adalah kulit singkong. Potensi kulit singkong di Indonesia mencapai 3.3 juta ton/tahun. Pemanfaatan kulit singkong sebagai pakan unggas memiliki beberapa kendala yaitu kandungan protein yang rendah (4,8%), serat kasar yang tinggi (21,2%) serta terdapatnya racun sianida (HCN) yang menjadi faktor pembatas dalam pemanfaatannya. Kendala ini hampir sama dengan yang ditemukan dalam pemanfaatan onggok sebagai bahan pakan untuk unggas. Tetapi kendala itu dapat ditanggulangi oleh teknologi fermentasi. Hasil beberapa penelitian menyatakan bahwa teknologi fermentasi dapat meningkatkan komposisi nutrisi dan mengurangi atau menghilangkan HCN bahan pakan. Hasil pengujian biologis menunjukkan bahwa penggunaan produk fermentasi kulit singkong sampai tingkat 10% dalam ransum ayam pedaging periode starter tidak memberikan dampak negatif. Tidak berbeda dengan hasil yang ditunjukkan oleh penggunaan produk fermentasi onggok dalam ayam pedaging. Sehubungan belum banyaknya penelitian penggunaan produk fermentasi kulit singkong pada ternak unggas lainnya, penulis memperbandingkan dengan hasil uji biologis produk fermentasi ongggok pada beberapa ternak unggas. Penulis menganggap bahwa peluang penggunaan kulit singkong sebagai pakan unggas sangat besar, hal ini didasarkan pada keberlimpahan ketersediaannya, sudah dapat ditanggulanginya hambatan  utrisi yang selama ini menjadi kendala penggunaannya, dan hasil positif yang ditunjukkan pada saat uji biologis.

Onggok untuk Bahan Pakan

Sep 28, 2011   //   by   //   Artikel Indonesia, Tapioka  //  1 Comment

onggok tapiokaPoultryindonesia.com, Riset. Seperti diketahui bersama, untuk memenuhi kebutuhan akan bahan baku pakan ternak, masih banyak yang harus kita impor, terutama sumber protein dan vitamin seperti bungkil kedele dan tepung ikan.

Sementara bahan baku lokal yang tersedia biasanya berupa hasil ikutan agroindustri, misalnya dedak padi, ampas sagu, onggok, ampas kelapa sawit dan lain-lain. Namun pada umumnya bahan baku lokal tersebut kandungan proteinnya rendah, sementara kandungan serat kasarnya tinggi sehingga sukar dicerna terutama oleh hewan berlambung tunggal (monogastrik) seperti unggas. Karenanya, penggunaanya sebagai bahan baku pakan sangat terbatas.

Untuk mengatasi masalah ini, Supriyati, D. Zaenudin, I.P Kompiang dari Balai Penelitian Ternak, Bogor serta Soekamto dan D. Abdurachman dari Dinas Peternakan Garut telah melakukan riset guna meningkatkan nilai gizi bahan baku lokal dengan proses fermentasi padat. Read more >>

Pemanfaatan Onggok Fermentasi untuk Pakan Ternak

Sep 27, 2011   //   by   //   Artikel Indonesia, Cassava, Tapioka  //  1 Comment

Produksi tahu, tempe, tapioca, kecambah, dan huller penggilingan padi pada umumnya banyak diusahakan sebagai industri kecil dan industri rumah tangga seperti pembuatan minyak kelapa di pedesaan. Limbah atau sisa ampasnya masih banyak yang dipasarkan mentahan belum diolah menjadi komoditi produk yang memiliki nilai tambah produksi di pedesaan. Kadang ampas atau limbah produksi pada musim basah tidak laku dijual dan membusuk menjadi kotoran yang menimbulkan bau yang tidak sedap. Begitu juga sisa-sisa limbah sayuran pasar setiap hari hanya menimbulkan kotoran, belum termanfaatkan dan jumlahnya cukup banyak.
Salah satunya ampas yang tidak terpakai adalah onggok. Onggok yang berasal dari ubi kayu merupakan hasil ikutan padat dari pengolahan tepung tapioka. Sebagai ampas pati singkong (ubi kayu) yang mengandung banyak karbohidrat, onggok dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi, nilai gizi yang terkandung pada onggok adalah protein 3,6%; lemak 2,3%;air 20,31 % dan abu 4,4%. Read more >>

Limbah Tapioka Dimanfaatkan Untuk Biogas

Sep 27, 2011   //   by   //   Artikel Indonesia, Tapioka  //  2 Comments

limbah cair tapiokaKota – Sekitar 100 anggota kelompok Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) Mugi Lestari, Desa Karangjoho, Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Senin, dilatih pemanfaatan limbah tapioka untuk dijadikan biogas. Pelatihan yang digelar selama dua hari ini difasilitasi Pemerintah Kabupaten Purbalingga melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapermas) bekerja sama dengan Centre on Integrated Rural Development for Asia and The Pasific (Cirdap) Sub-regional Office of CIRDAP in South East Asia (SOCSEA). Selain dilatih memanfaatkan limbah tapioka sebagai biogas, warga juga mendapatkan pelatihan pembuatan tepung mocal dari singkong.

“Pelatihan ini dimaksudkan untuk memanfaatkan limbah aci atau tapioka menjadi biogas yang pada akhirnya akan mampu menciptakan energi alternatif serta mengolah singkong menjadi mocal sebagai sumber makanan tambahan dengan nilai ekonomi tinggi,” kata Kepala Bapermas Purbalingga, Imam Wahyudi. Read more >>

Apa yang beda dari Brownies Tepung Fermentasi Singkong???

Sep 23, 2011   //   by   //   Artikel Indonesia, Cassava, Tapioka  //  7 Comments

Siapa tak kenal brownies??. Cake cokelat yang bantat atau kenyal, dengan rasa khasnya yang manis dan legit. Makanan ini sempat menjadi santapan terkenal karena ada beragam model pengolahannya. Mulai dari brownies oven sampai kukus. Selama ini yang kita tahu brownies di buat dengan bahan dasar tepung terigu. Lalu bagaimana jika cake hitam manis ini dibuat dengan menggunakan tepung fermentasi singkong?? Apakah rasa dan bentuknya akan tetap sama??

Ternyata dari pengakuan beberapa masyarakat yang pernah merasakan brownies singkong ini, mereka mengaku justru rasanya lebih enak dari pada brownies yang menggunakan tepung terigu. Wah, pasti kira-kira apa saja kelebihan yang terdapat di tepung fermentasi singkong ini, sehingga menjadi alternatif pengganti tepung terigu.

Pada dasarnya secara penggunaan tepung singkong lebih irit dibandingkan dengan tepung terigu. Jika dilihat dari teksturnya, tepung singkong memiliki tekstur yang lebih padat, ini yang membuat irit dalam penggunaannya tepung singkong. Misalnya, untuk membuat satu adonan kue dibutuhkan 200 gr tepung terigu. Sedangkan dengan tepung singkong hanya diperlukan 150 gr. Selain itu, tepung singkong mempunyai kadar air lebih sedikit sehingga brownies cepat matang saat dikukus, ada lagi beberapa hal yang membuat tepung singkong ini mejadi pengganti tepung terigu. Yaitu kadar gula lebih tinggi sehingga irit penggunaan gula, rasanya netral sehingga gampang menyerap penambah rasa apa pun, dan yang paling menguntungkan harganya lebih murah. Read more >>

ej8vrUyxH6G8xZr4fume7AWjyFGXyNK9x6POCYAQ7qk