'

PEMISAHAN PADATAN TERSUSPENSI LIMBAH CAIR TAPIOKA DENGAN TEKNOLOGI MEMBRAN

Mar 21, 2013   //   by   //   Artikel Indonesia, Penelitian, Singkong, Tapioka  //  No Comments

Permasalahan pencemaran dan upaya pemanfaatan sisa produksi tepung tapioka di Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati salah satu yang belum terselesaikan adalah limbah cair 12.000 m3. RW II Desa Sidomukti seperti desa lainnya membuang limbahnya langsung ke sungai terdekat tanpa melalui pengolahan yang memadahi. Besarnya bahan padatan tersuspensi yang terkandung di dalam volume limbah cair tapioka merupakan beban terberat dalam pengolahan, dan hal ini menjadi tantangan metoden pengolahan fisik. Pemisahan padatan tersuspensi dengan membran ultrafiltrasi sangatlah penting diteliti dengan mengkaji aspek teknis yang difokuskan pada pengukuran konsentrasi dan volume permeat. Cara penelitian yaitu larutan umpan dialirkan pompa melewati modul membran. Tekanan diatur dengan menggunakan katup pengatur tekanan, dan pengambilan sampel dilakukan setelah operasi mencapai waktu yang telah ditentukan. Retentat hasil pengolahan dicatat volumenya dan dianalisa kandungan TSS nya di laboratorium. Hasil uji menunjukkan kemampuan pemisahan padatan tersuspensi sebesar 57% dengan selektifitas COD 70,49 %, padatan total yang terkandung menjadi potensi bahan baku, yaitu 16,4 gr/liter musim kemarau dan 5,69 gr/liter musim penghujan, padatan terlarut yang terkandung di dalam permeat dapat menurunkan pencemaran dan meringankan beban pengolahan air limbah berikutnya. Kajian penerapan dengan analisis SWOT menghasilkan 9 item strategi yaitu penguatan kelembagaan, kemitraan dengan pemerintah, berupaya memanfaatkan limbah cair tapioka dengan teknologi membrane ultrafiltrasi dan pengujian kandungan sianida produk retentat. Dapat disimpulkan bahwa membran ultrafiltrasi mampu memisahkan padatan tersuspensi dan upaya penerapannya dapat berfungsi dan bermanfaat.




Related posts

coded by nessus

Leave a comment

ej8vrUyxH6G8xZr4fume7AWjyFGXyNK9x6POCYAQ7qk