'
Browsing articles from "September, 2011"

MEMANFAATKAN LIMBAH TAPIOKA MENJADI KECAP

Sep 28, 2011   //   by   //   Artikel Indonesia, Tapioka  //  3 Comments

MEMANFAATKAN LIMBAH TAPIOKA MENJADI KECAP

Oleh. Ir. Wiwiek Yuniarti Costa, M.Si

kecap dari limbah tapiokaUbi Kayu (Manihot utilissima Phol) merupakan bahan makanan yang sangat potensial yaitu sebagai bahan baku industri pangan melalui pengolahannya menjadi tepung tapioka. Pemanfaatan umbi kayu telah lama dikembangkan di Indonesia yaitu dengan mengolahnya menjadi berbagai bentuk baik sebagai bahan baku atau bahan setengah jadi maupun dalam bentuk pangan olahan seperti: dibuat tepung tapioca, cake, tape, sirup glukosa, pudding dan lain-lain. Sebagai salah satu jenis umbi-umbian maka ubi kayu merupakan salah satu sumber karbohidrat karena kandungan karbohidrat ubi kayu sangat tinggi yaitu 34,7 gr per 100 gr bahan. Selain mengandung karbohidrat yang tinggi, ubi kayu juga mengandung kalori sebesar 148,0 kal dan mineral-mineral penting seperti calsium (Ca) 33,0 mg, Phospor (P) 40,0 mg serta kandungan vitamin C yang cukup tinggi 30,0 mg. Read more >>

Onggok untuk Bahan Pakan

Sep 28, 2011   //   by   //   Artikel Indonesia, Tapioka  //  1 Comment

onggok tapiokaPoultryindonesia.com, Riset. Seperti diketahui bersama, untuk memenuhi kebutuhan akan bahan baku pakan ternak, masih banyak yang harus kita impor, terutama sumber protein dan vitamin seperti bungkil kedele dan tepung ikan.

Sementara bahan baku lokal yang tersedia biasanya berupa hasil ikutan agroindustri, misalnya dedak padi, ampas sagu, onggok, ampas kelapa sawit dan lain-lain. Namun pada umumnya bahan baku lokal tersebut kandungan proteinnya rendah, sementara kandungan serat kasarnya tinggi sehingga sukar dicerna terutama oleh hewan berlambung tunggal (monogastrik) seperti unggas. Karenanya, penggunaanya sebagai bahan baku pakan sangat terbatas.

Untuk mengatasi masalah ini, Supriyati, D. Zaenudin, I.P Kompiang dari Balai Penelitian Ternak, Bogor serta Soekamto dan D. Abdurachman dari Dinas Peternakan Garut telah melakukan riset guna meningkatkan nilai gizi bahan baku lokal dengan proses fermentasi padat. Read more >>

Pengolahan Limbah cair tapioka dengan UASB

Sep 27, 2011   //   by   //   Artikel Indonesia, Tapioka  //  1 Comment

Amirul Mukminin, Wignyanto dan Nur Hidayat

Abstrak, 2002

Industri tapioka menghasilkan limbah cair dari proses pencucian dan pengendapn yang mengandung bahan organik yg berpotensi sebagai pencemar lingkungan apabila tidak diolah. Salah satu cara pengolahan limbah cair adalah dengan UASB (Up-flow Anaerobic Sludge Blanket) yg memiliki keuntungan tidak membutuhkan energi untuk aerasi, pemanfaatan ruang secara vertikal dan dihasilkan sludge lebih sedikit daripada aerob. Limba yg diolah dimasukkan dari bagian bawah reaktor.

Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan pH influen dan waktu detensi pada UASB agar efluen yang dihasilkan sesuai standar.

Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok yang terdiri dari dua faktor yaitu pH influen dan waktu detensi. Analisis dilakukan terhdap pH, COD, BOD, DO dan TSS Read more >>

Pemanfaatan Onggok Fermentasi untuk Pakan Ternak

Sep 27, 2011   //   by   //   Artikel Indonesia, Cassava, Tapioka  //  1 Comment

Produksi tahu, tempe, tapioca, kecambah, dan huller penggilingan padi pada umumnya banyak diusahakan sebagai industri kecil dan industri rumah tangga seperti pembuatan minyak kelapa di pedesaan. Limbah atau sisa ampasnya masih banyak yang dipasarkan mentahan belum diolah menjadi komoditi produk yang memiliki nilai tambah produksi di pedesaan. Kadang ampas atau limbah produksi pada musim basah tidak laku dijual dan membusuk menjadi kotoran yang menimbulkan bau yang tidak sedap. Begitu juga sisa-sisa limbah sayuran pasar setiap hari hanya menimbulkan kotoran, belum termanfaatkan dan jumlahnya cukup banyak.
Salah satunya ampas yang tidak terpakai adalah onggok. Onggok yang berasal dari ubi kayu merupakan hasil ikutan padat dari pengolahan tepung tapioka. Sebagai ampas pati singkong (ubi kayu) yang mengandung banyak karbohidrat, onggok dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi, nilai gizi yang terkandung pada onggok adalah protein 3,6%; lemak 2,3%;air 20,31 % dan abu 4,4%. Read more >>

Limbah Tapioka Dimanfaatkan Untuk Biogas

Sep 27, 2011   //   by   //   Artikel Indonesia, Tapioka  //  2 Comments

limbah cair tapiokaKota – Sekitar 100 anggota kelompok Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) Mugi Lestari, Desa Karangjoho, Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Senin, dilatih pemanfaatan limbah tapioka untuk dijadikan biogas. Pelatihan yang digelar selama dua hari ini difasilitasi Pemerintah Kabupaten Purbalingga melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapermas) bekerja sama dengan Centre on Integrated Rural Development for Asia and The Pasific (Cirdap) Sub-regional Office of CIRDAP in South East Asia (SOCSEA). Selain dilatih memanfaatkan limbah tapioka sebagai biogas, warga juga mendapatkan pelatihan pembuatan tepung mocal dari singkong.

“Pelatihan ini dimaksudkan untuk memanfaatkan limbah aci atau tapioka menjadi biogas yang pada akhirnya akan mampu menciptakan energi alternatif serta mengolah singkong menjadi mocal sebagai sumber makanan tambahan dengan nilai ekonomi tinggi,” kata Kepala Bapermas Purbalingga, Imam Wahyudi. Read more >>

OPTIMASI PRODUKSI BIOGAS PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI TAPIOKA SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF TERBARUKAN

Sep 27, 2011   //   by   //   Artikel Indonesia, Tapioka  //  9 Comments

Ir. H. Surya, M.T.A1
ABSTRAK
reaktor anaerobSistim pengolahan air limbah industri tapioka yang banyak dilakukan saat ini dengan kolam-kolam terbuka (ponds) akan menghasilkan gas CO2 dan gas metana (CH4). Kedua gas tersebut merupakan emisi gas rumah kaca yang memberikan kontribusi terhadap pemanasan global. Metana yang dihasilkan tersebut sebenarnya gas yang dapat dibakar (fleameable gas) sehingga dapat dijadikan sumber energi alternatif terbarukan dengan menangkap gas metana tersebut melalui bioreaktor anaerobik sehingga sekaligus dapat mengurangi dampak pemanasan global. Secara teoritis limbah cair industri tapioka dapat menghasilkan 25-35 m3 gas metana setiap 1 ton ubikayu yang diolah, namun hasil pengukuran dilapangan hasil tersebut baru mencapai 14,6-15,8 m3 metana atau 24,4 m3 biogas. Read more >>

Apa yang beda dari Brownies Tepung Fermentasi Singkong???

Sep 23, 2011   //   by   //   Artikel Indonesia, Cassava, Tapioka  //  7 Comments

Siapa tak kenal brownies??. Cake cokelat yang bantat atau kenyal, dengan rasa khasnya yang manis dan legit. Makanan ini sempat menjadi santapan terkenal karena ada beragam model pengolahannya. Mulai dari brownies oven sampai kukus. Selama ini yang kita tahu brownies di buat dengan bahan dasar tepung terigu. Lalu bagaimana jika cake hitam manis ini dibuat dengan menggunakan tepung fermentasi singkong?? Apakah rasa dan bentuknya akan tetap sama??

Ternyata dari pengakuan beberapa masyarakat yang pernah merasakan brownies singkong ini, mereka mengaku justru rasanya lebih enak dari pada brownies yang menggunakan tepung terigu. Wah, pasti kira-kira apa saja kelebihan yang terdapat di tepung fermentasi singkong ini, sehingga menjadi alternatif pengganti tepung terigu.

Pada dasarnya secara penggunaan tepung singkong lebih irit dibandingkan dengan tepung terigu. Jika dilihat dari teksturnya, tepung singkong memiliki tekstur yang lebih padat, ini yang membuat irit dalam penggunaannya tepung singkong. Misalnya, untuk membuat satu adonan kue dibutuhkan 200 gr tepung terigu. Sedangkan dengan tepung singkong hanya diperlukan 150 gr. Selain itu, tepung singkong mempunyai kadar air lebih sedikit sehingga brownies cepat matang saat dikukus, ada lagi beberapa hal yang membuat tepung singkong ini mejadi pengganti tepung terigu. Yaitu kadar gula lebih tinggi sehingga irit penggunaan gula, rasanya netral sehingga gampang menyerap penambah rasa apa pun, dan yang paling menguntungkan harganya lebih murah. Read more >>

Varietas Unggul Singkong Raksasa Darul Hidayah

Sep 22, 2011   //   by   //   Artikel Indonesia, Cassava, Ketela, Singkong  //  6 Comments

Oleh: ABDUL JAMIL RIDHO dan NITI SOEDIGDO

singkong raksasaDi antara sekian banyak jenis singkong, barangkali singkong raksasa hasil temuan Abdul Jamil Ridho adalah jenis yang masih langka. Raksasa? Betul. Saat ditemui di Pameran Otonomi Daerah 2001 di JCC, Jakarta akhir Februari 2001 lalu, Niti Soedigdo, pengembang tanaman tersebut menceritakan bahwa singkong raksasa tersebut ditemukan setelah ulama asal lampung itu melakukan perenungan.

Kisahnya dimulai seusai melakukan dzikir panjang, lima tahun lalu, di tengah hutan Panaragan Jaya, Lampung Utara, Ridho, pengelola Pondok Pesantren Darul Hidayah di Kota Tulang Bawang, Lampung itu tiba-tiba dikejutkan oleh sebatang tanaman. Sekilas, tanaman tersebut memang terlihat sama dengan singkong di kebunnya. Namun, begitu dicermati lebih dekat, tampak ada sedikit perbedaan. Lantaran penasaran, tanaman itu pun dicabut dari tanah. Read more >>

Peluang Pasar Tepung Mocaf 600 ribu ton per tahun dari Indofood

Sep 22, 2011   //   by   //   Artikel Indonesia, Cassava, Ketela, Singkong  //  6 Comments
Oleh : Ir. Dian Kusumanto
Awal bulan Maret 2011 kemarin saya mengikuti pertemuan tentang Ketahanan Pangan di Hotel Le Dian Serang Banten. Diantara pembicara yang tampil adalah Bapak Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementrian Pertanian, yaitu Bapak Prof. Dr. Ir. Achmad Suryana MSc. Yang sangat menarik dari pembicaraan beliau adalah informasi bahwa sebenarnya PT. Indofood, produsen Indomie, sudah lama menggunakan tepung Mocaf untuk produksi Indomienya, namun karena pertimbangan persepsi masyarakat konsumen, maka waktu itu belum dibuka. Kinilah saatnya membuka informasi itu, bahwa sebenarnya Indomie yang kita konsumsi itu sebagian tepung bahannya adalah tepung Mocaf.
Tepung M
ocaf produksi Koperasi Loh Jinawi Trenggalek Jawa Timur
Hal ini jelas karena trend kenaikan harga pangan di luar negeri, khususnya Gandum, terus terjadi. Gandum adalah bahan dasar tepung terigu. Di dunia ini ada trend yang hamper sama, yaitu lahan-lahan pertanian pangan tergusur alias terkonversi menjadi lahan non pangan bahkan non pertanian. Setiap Negara sekaran
g terus mengalami kenaikan kebutuhan bahan pangan sedangkan ketersediaannya bukan semakin meningkat, sehingga langkah yang diambil rata-rata Negara di dunia ini adalah semakin membatasi ekspor bahan pangannya. Hal inilah yang menyebabkan trend kenaikan terus menerus harga pangan dunia. Read more >>

Limbah Cair Tapioka Sebagai Bahan Baku Nata de Cassava

Sep 22, 2011   //   by   //   Artikel Indonesia, Cassava, Singkong, Tapioka  //  4 Comments

nata de cassavaOleh sebagian pabrik pati tapioka, limbah cair menjadi suatu masalah pencemaran lingkungan sehingga perlu pengolahan lebih lanjut sebelum dibuang ke lingkungan.Limbah cair ini berupa air yang digunakan untuk memeras parutan singkong dan mengendapkan pati. Keberadaan limbah cair ini tidak dapat terelakkan lagi. Berdasarkan survey di salah satu perajin pati tapioka/ pati aci yang terletak di Nangsri, Pundong, Bantul, untuk memproduksi pati dari 2 kuintal singkong akan menghasilkan limbah cair tak kurang dari 300 liter. Di Pundong, Bantul terdapat hampir 120 perajin pati tapioka, dengan kapasitas produksi 2-4 kuintal singkong/perajin. Sehingga dihasilkan jumlah limbah cair yang sangat melimpah 30.000 liter. Hal tersebut yang melatarbelakangi penelitian nata de cassava, adanya bahan sisa yang melimpah dan belum termanfaatkan menjadi makanan berserat nata de cassava yang menyehatkan pencernaan. Read more >>

Pages:12»
ej8vrUyxH6G8xZr4fume7AWjyFGXyNK9x6POCYAQ7qk